"muslimah sejati"............."aurat di awasi"................."pergaulan dipagari"............."solat pengikat diri"............."alQuran teman berarti"............."akhlak indahberseri"..........."sipat malu penyinar diri"

Ijangan sia2 kn waktumu

WANITASOLEHA

Wanita solehah itu aurat dijaga, Pergaulan dipagari, Sifat malu pengikat diri, Seindah hiasan di dunia ini. Keayuan wanita solehah itu, tidak terletak pada kecantikan wajahnya , Kemanisan wanita solehah , tidak terletak pada kemanjaannya, Daya penarik wanita solehah itu , Bukan pada kemanisan bicaranya yang menggoncang iman muslimin, Dan bukan pula terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah, mebujuk rayu , Bukan dan tidak sama sekali. Keistimewaan wanita solehah , Bukan pada barang kemas atau perihal orang lain, Tapi pada perjuangannya meningkatkan martabat agama. Nafsu mengatakan wanita cantik dengan paras rupa yang indah bak permata yang menyinari alam, Akal mengatakan wanita cantik atas kemajuan dan kekebalannya dalam ilmu serta pandai dari segala aspek , Hati menyatakan kecantikan wanita hanya pada akhlaknya, Itupun seandainya hati itu bersih untuk menilai. Wahai wanita jangan bangga dengan kecantikan luar , Kerna satu hari nanti ia akan lapuk ditelan zaman

Jumat, 31 Juli 2009

Kisah Seorang Istri Kecanduan Chating


Kisah Bincang-bincang Seorang Istri di Dunia Maya (Sumber: Jilbab.or.id)
Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syar’I … Ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah di sini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting ini…
Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya. Di rumah ia pun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya di mana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon. Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya ia pun mahir bermain internet. Yang akhirnya ia pun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.
Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah, … hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah. Sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.
Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya, ia akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting, … sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk di internet. Sang istri pun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian, … ia merahasiakan dengan siapa ia chatting .. khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi…. Sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lelaki tersebut.
Fitnah pun semakin terjadi di dalam hatinya, .. ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda dan sejuta keindahan lainnya di mana setan telah mengukir begitu indah di dalam lubuk hatinya.
Duhai fitnah asmara semakin membara, … ketika ia chatting lagi sang laki-laki itu pun tambah menggodanya, .. ia pun ingin bertemu empat mata dengannya. Gembiralah hatinya, .. ia pun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa. Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran, lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab. Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya.
Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya. Sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya. Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasehatnya tidak di dengar, lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya ia pun meminta cerai dari suaminya. Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki tersebut yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.
Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu. Karena terus didesak sang istri akhirnya ia pun dengan berat hati menceraikan istrinya. Sungguh betapa hebatnya fitnah lelaki itu. Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya ia pun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda. Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???
Ya ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini, … dengan tegasnya si lelaki itu berkata, “Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami. Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia kepadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!”
Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini, .. sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya…. Ia pun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu … mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.
[Sumber : http://jilbab.or.id/archives/403-bercerai-dari-suami-akibat-kecanduan-chatting/ ]


Jika seseorang betul-betul merenungkan kisah di atas, tentu saja dia akan menggali beberapa pelajaran berharga. Itulah di antara bahaya chatting dengan lawan jenis yang tidak mengenal adab dalam bergaul. Lihatlah akibat chatting dengan lawan jenis, di sana bisa terjadi perceraian antara kedua pasangan tersebut disebabkan si istri memiliki hubungan dengan pria kenalannya di dunia maya.
Di pelajaran lainnya adalah hendaknya selalu ada pengawasan dari kepala keluarga terhadap anggota keluarganya. Kepala keluarga seharusnya dapat memberikan batasan terhadap pergaulan anggota keluarganya termasuk istrinya, apalagi dalam masalah penggunaan internet. Inilah pelajaran yang mesti diperhatikan oleh seorang suami sebagai kepala keluarga.
Adapun untuk anggota keluarga yaitu istri dan anak, hendaklah mereka selalu merasa mendapatkan pengawasan dari Allah subahanahu wa ta’ala. Hendaklah mereka meyakini bahwa Allah Ta’ala
Selain itu pula, istri mesti diluruskan tatkala dia berada dalam kekeliruan. Istri mesti diluruskan dengan lemah lembut dan harus berhati-hati dalam menasehatinya. Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
mengetahui segala yang nampak maupun yang tersembunyi. Sehingga Allah mengetahui segala apa yang mereka lakukan. Karena Allah-lah Maha Mengetahui dan Maha Melihat dengan sifat kesempurnaan. Tentu saja sikap selalu merasa penjagaan dari Allah ini bisa muncul jika seseorang telah dibekali dengan aqidah dan tauhid yang benar. Itulah pentingnya pendidikan aqidah pada keluarga.
وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا ، فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوَجَ شَىْءٍ فِى الضِّلَعِ أَعْلاَهُ ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

"Bersikaplah yang baik terhadap wanita karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk.Bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atasnya. Jika engkau memaksa untuk meluruskan tulang rusuk tadi, maka dia akan patah. Namun, jika kamu membiarkan wanita, ia akan selalu bengkok, maka bersikaplah yang baik terhadap wanita." (HR. Bukhari no. 5184)
Juga perlu diketahui bahwa kerusakan yang terjadi akibat chatting di atas bukanlah bisa terjadi hanya pada wanita. Kerusakan semacam itu pun sebenarnya dapat terjadi pada laki-laki. Oleh karena itu, perlu sekali diberitahukan kepada pembaca sekalian beberapa adab-adab yang mesti diperhatikan ketika bergaul dengan lawan jenis. Karena tidak memperhatikan beberapa adab berikut inilah terjadi keretakan rumah tangga atau mungkin bagi yang belum menikah pun bisa terjadi kerusakan dengan terjerumus dalam perantara-perantara menuju zina atau bahkan bisa terjerumus dalam zina. Na’udzu billahi min dzalik.

Kamis, 30 Juli 2009

Myspace Layouts, Myspace Graphics, Myspace Backgrounds, Codes

Rabu, 29 Juli 2009

Minggu, 26 Juli 2009

Janji Indah ^_^

Bismillahirrohmaanirrohiim.. .........

Semenit untuk selamanyaSubhanaallohu…ia telah mengubah semuanyaHanya sekejap saja, semua sudah berubah Mulanya haram namun karenanya ia menjadi halal untukmu Ia pun mampu menjadikannya sebagai nikmat yang indah Dari situlah insyaAlloh akan dibangun sebuah peradaban kecil yang islami Ia adalah janji suci yang terikrar atas hati yang terikat dalam sebuah cinta atas Rabbnya dan kepatuhan untuk mengikuti sunnah Rosul-Nya.
Baarokallohu laka wabaaroka'alayka wajama'abaynakuma fii khoir
"Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi orang yang menjadi tanggungjawabmu, dan semoga Allah memadukan kalian berdua dalam kebaikan/kedamaian" (HR.Tirmidzi) Indahnya suatu rumah tangga jika ia dibangun di atas fondasi ketaqwaan kepada Allah SWT, tiang-tiangnya adalah menumbuh kembangkan sunnah Rosul, tali perekatnya adalah amal-amal shaleh, dan pertamanannya adalah ketaatan atas perintahNya.

Senin, 20 Juli 2009

Mereka memperhatikan kita

Adakah kita sadar jika aktivitas sehari-hari kita diperhatikan oleh beberapa orang di sekitar kita baik dikenal atau tidak?
Bagi saya, ‘bapak’ itu hanyalah seorang penjual di warung depan kontrakan saya. Sehari-hari saya beli di situ, ketika pulang dari tempat kerja. Dan setiap saya memberhentikan mobil di depan warungnya, bapak itu selalu berkata "kok pulangnya malam mb? Sibuk ya?" pertanyaan yang sering aku dengar ketika aku baru sampai kontrakan waktu matahari sudah terbenam. Dan hari ini pun aku dikejutkan lagi oleh teguran dari seorang ibu yang baru akhir-akhir ini berlangganan di warung sundanya. "neng, tumben siang-siang udah datang, biasanya sore-sore..."
Nah, itulah bukti-bukti yang ada yang saya dapati selama ini. Beberapa orang memperhatikan kita lewat cara mereka masing-masing dan apakah kita sadar atau tidak jika diperhatikan. Atau mungkin lebih banyak lagi orang-orang di sekitar kita yang memperhatikan kita.
Terkadang ada rasa senang jika kita diperhatikan orang lain atau mungkin rasa sebaliknya ketika apa yang mereka perhatikan dari kita menyangkut kejelakan diri kita, -na’udzubillah-
Tapi apakah kita menyadari bahwasanya setiap langkah kita semua diperhatikan oleh ALLAH, dan dicatat oleh dua malaikat, Rakib dan Atit. Sudahkah kita waspada atas apa yang kita lakukan selama ini? Apakah kita memperhatikan apakah yang kita lakukan baik atau buruk, bermanfaat atau tidak, dan yang utama adalah apakah ALLAH ridho dengan jejak episode yang telah kita goreskan?
Ingatkah kita.. apa yang kita lakukan di dunia ini hanyalah sementara.. dan Sebentar.. lalu apa yang kita cari jika ALLAH tidak tersenyum atas apa yang kita lakukan?
Satu hal yang perlu kita ingat dalam setiap jiwa perindu syurgaNya adalah Muroqbatullohu –merasa diawasi oleh ALLAH-
Sebagai pengingat diri untuk menjadi lebih baik –insyaALLAH-

Ya Allah Beri aku Semangat!!





Bismillahirrohmanirrohiim...

Hampir memasuki ahir bulan juli, dan 9 hari lagi memasuki tanggal baru yaitu 1 Agustus2009.

Subhanallohu... waktu berjalan begitu cepat.Malam ini...sepertinya malam yang seperti inilah yang akan menemaniku beberapa waktu ke depan.

di depan laptop, menyusun kata-kata untuk dijadikan suatu proposal penelitian yang deadline pada blok ini -blok Metodologi Penelitian-Judul MUSLIMAH_GAUL_DANTRENDY (Karya Tulis Ilmiah) adalah "Pengaruh Frekuensi dalam islam Terhadap tingkat Kecemasan pada Remaja.

"Kenapa memilih judul ini??1. karena ini bernuansa islami Ya Allah beri aku semangatSemangat untuk bisa menyelesaikan proposal ini hingga penelitian ini selesai dan bisa seminar nantinya....Mudahkanlah, dan lancarkanlah ...Semoga selalu ada keberkahan dalam setiap ikhtiarku dan semoga apa yang aku lakukan bermanfaat bagi ummat dan agama ini amiinn...

Minggu, 19 Juli 2009

Coretan seorang Ukhti

"Dan semua kisah dari Rasul-Rasul kami ceritakan kepadamu, ialah yang kisah dengannya kami teguhkan hatimu dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman" (QS.Hud:120)
Assalamu'alaikum wrwbDakwah ini begitu indah...Hanya orang-orang yang istimewalah yang bertahan di dalamnya.
Dakwah banyak mengajarkan kita makna hidup karena Dakwah bisa mendewasakan kita.
Dakwah bukanlah jalan yang mudah tapi dakwah adalah jalan yang penuh liku, duri, dan berombak.
Perjalanan dakwah ini tidak luput dari permasalahan.
Permaslaahan internal maupun eksternal.
Eksternal misalnya ada sekelompok orang yag tidak menyukai dakwah ini tetap tegak dan berbagai upaya mereka lakukan.
Namun untuk mengatasi hal itu sejarah Rasulullah menuliskan hendaklah kaum muslimin menguatkan dan mengokohkan barisan dalam perjuangan untuk menegakkan kalimat ALLAH.
Kokoh dan kuatnya barisan sangat tergantung pada internal pejuang.
Internal yang didukung oleh kekuatan Ruhiah yang mampu memberikan kekuatan yang besar dalam bergerak.
Selain kekuatan Ruhiah juga diperlukan kesolidan di antara para anggota pejuang dan kesetiaan, keteguhan dan pembelaan antara prajurit dakwah dengan panglima dakwah.
Banyak tinta sejarah yang telah menuliskan perjuangan Rasulullah dalam menegakkan kejayaan Islam yg dalam pelaksanaannya perlu metode atau system dalam mencapai tujuan.
MANHAJ HARAKI adalah panduan seluruh aktivis dakwah dalam bergerak karena banyak menceritakan sejarah-sejarah perjuangan di jaman Rasulullah.
Sirah banyak mengajarkan kita arti perjuangan yang tiada pernah henti dengan mengobarkan harta, jiwa, raga, dan waktu demi Islam...Bagaimana dengan Kita???
wallohu'alam bishowab..Wassalamu'alaikum wr wb

Sentuhan Tarbiyah seorang IBU

Seorang ibu ia harus cerdas.
Cerdas intelektual, emosional, dan spiritual, karena Madrasah pertama bagi seorang anak adalah IBU.
Sentuhan yang begitu lembut, harum, menyejukkan dari seorang IBU, akan mewarnai akhlaq seorang anak.
Peradaban sebuah negara akan dibentuk melalui tangan-tangan indah seorang wanita yang disebut dengan IBU.
Disinilah cerita besar akan dimulai... Hanyalah kisah sederhana namun sangat dahsyat pengaruhnya.
Tarbiyah yang indah nan cantik telah digoreskan oleh seorang ibu kepadaku dengan berbalut kasih sayangnya.
Sosok yang indah untuk bisa dilukiskan karena Syurga Allah ada di bawah telapak kakinya.
Subhanallohu.... Senyum yang indah memberikan sejuta harapan ketika aku berada pada asa yang rendah.
Kata cintanya tak pernah lepas di setiap doanya pada buah hatinya.
Memberi lebih banyak daripada meminta.
Indah dan terlalu indah Jazakillah khair atas tarbiyahnya yang penuh cinta... semoga kita selalu bertarbiyah dan tertarbiyah.
Barokaallohu. Semoga ALLAH memberikan tempat terindah di SyurgaNya kelak untuk ibuku yag sholihah. I LUV U mam

Rabu, 15 Juli 2009

Cam Saat Chat Perlukah?

Tulisan ini tadinya mau saya post di Tagged, tapi ternyata di sana tidak muat. Terpaksa deh dilarikan ke Bloks. Hikz... Ternyata jatah di Tagged hanya sedikit charakter saja.

CAM. Kata yang terdiri dari tiga huruf ini tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda yang sering chating. Sebuah video yang menampilkan wajah kita dilayar monitor.
Entah mengapa, bagi sebagian orang, benda satu itu sangat penting untuk dimunculkan ketika sedang chat dengan lawannya.

"Ya kan biar kita tahu seperti apa orang yang chat dengan kita."
"Masa sih kita tidak tahu orang yang sedang berbincang dengan kita?"
"Tidak puas, kalau tidak melihat wajahnya."
"Kalau menurutku kalau pake cam lebih afdol gitu."
"Mbak katanya nihh, klo lagi ngomong ma orang, klo nggak liat lawan bicara kurang sopan..."
Begitu alasan mereka ketika saya tanya mengapa harus ada cam, webcam.
Sedangkan bagi saya sendiri, penggunaan webcam terlalu merepotkan.
Namun bukan itu alasan utama mengapa saya selalu menolak jika ada yang meminta cam, webcam. Tetapi lebih pada menjaga.
Muncul pertanyaan, "Apanya yang perlu dijaga? Kita tidak ngapa-ngapain kok.
Hanya melihat saja."
Oh ya? Yakin? Dari pengalaman yang pernah terjadi pada saya, ketika masih suka menuruti permintaan view cam, terjadi komentar-komentar yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh sosok yang memang telah disyahkan untuk mengomentari tubuh kita.
Yang telah dibenarkan menatap wajah kita.
Dengan demikian, satu kesimpulan di sana. Memview cam wanita yang bukan mahromnya menyebabkan timbulnya fitnah.
Menyebabkan maksiat mata.
Bahkan menimbulkan PIKTOR! Bagi laki-laki (tidak semua, MUNGKIN).
Tentu saya tidak bisa menyalahkan yang berkomentar, karena kunci dari semua itu ada pada wanitanya. Jika kita (wanita) tidak mau menimbulkan fitnah seperti yang saya sebutkan diatas, tentu kita tidak akan membiarkan cam kita diview oleh ikhwan yang tidak halal bagi kita.
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". [QS: An-Nur: 30]
INTInya, Man Teman, jika saya tidak memberikan permintaan antum untuk memview cam saya, itu bukan karena saya sombong atau keterlaluan.
Tapi, itu demi kabaikan bersama.
Itu tandanya, saya menyayangi antum. Walau sebenarnya saya bukan tidak membuka cam lagi, kadang saya masih melakukannya, tapi hanya untuk teman wanita saya (tidak sembarang teman juga sih), dan juga keluarga.

"Mas boleh kenal? Secakep apa sih orangnya? Cam dong." Dan cam diapun meluncur dengan mulusnya, wajah-wajah cantik dengan rambut bermacam-macam (jahat ya ayu?). Senangnya, mereka tidak marah biarpun ayu bilang ga da cam
"

Agar Muslimah Tetap Cantik


Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari yaitu dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo'a.

Untuk menghilangkan stress, salah satu penyebab kerut di wajah, perbanyaklah 'olah raga'. Jika tidak ada waktu untuk pergi ke studio fitness, spot-gym, dan lain-lain. Cukup dengan memperbanyak sholat. Dengan sholat berarti kita menggerakan seluruh tubuh. Konsultasikan semua keluh kesah kita pada Zat Yang Maha Tahu -Allah SWT dengan dzikir dan do'a-.

Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyum. Tidak hanya di bibir tapi di hati juga. Katakan pada diri sendiri anda adalah cantik dan tidak memerlukan segala macam operasi plastik. Tidak lupa membisikan 'kata kunci' "Allahuma kamma hassanta khalgii fahassin khulqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaq ku). (HR Ahmad).

Untuk mendapatkan bibir cantik, bisikan kalimat-kalimat Allah, tidak berkata bohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak dipakai menyombongkan diri atau takabur.

Agar tubuh langsing, singset dan mulus, lakukan diet yang teratur yaitu dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi berpuasa seperti nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, air putih.

jika semua sudah dilakukan pasti setiap orang yang kenal kita akan tambah menyayangi kita

amin......................

SOSOK BIDADARI, SOSOK SEDERHANA



Beribu nasehat telah diucap, berjuta perintah telah tersirat. Tetapi tetap saja banyak yang gugur ditelan gemerlap dunia. Semua gemerlap akan sirna oleh sosok bidadari yang hidup dengan kesederhanaan.Kini, banyak kita jumpai orang yang hidup dalam kesempitan, sabar dengan ujian, dan tabah dalam menjalani seraya mendekatkan diri pada Rabb-Nya. Namun, setelah keadaan berubah, sempit menjadi lapang, derita menjadi bahagia, semua kebutuhan hidup terpenuhi; namun banyak yang tidak siap dengan perubahan tersebut. Tidak sadar bahwa gemerlap dunia telah menjebaknya."Sesungghnya dunia itu manis dan menawan dan Allah mengangkatmu sebagai khalifah di dalamnya sehingga Allah dapat memperhatikan perbuatanmu. Oleh karena itu waspadalah terhadap dunia, hati-hatilah terhadap wanita karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah kaum wanita." (HR. Muslim).Kedudukan, harta senantiasa bersanding dengan wanita. Misalnya di keluarga, kedudukan wanita sangat berpengaruh baik kedudukannya sebagai pendamping suami maupun dalam pemeliharaan harta suami. Seperti kisah rumah tangga Umar Abdul Azis ra dengan Fatimah binti Abdul Malik ra kemewahan berubah menjadi kesederhanaan. Sebelum Umar menerima amanat kekhalifahan, dia terkenal dengan gaya hidup yang serba mewah. Istana megah, pakaian sutra, permata, dan parfum yang seharga satu rumah pun dimilikinya. Semua berubah dengan seketika. Akal pikiran, hati dan perasaannya telah tergugah, karena hakikat pengawasan Allah telah hidup dalam jiwanya.Dengan gaya hidupnya yang baru, Umar bertekad untuk meniti kehidupan dengan serba sederhana. Dia pun segera mengungkapkan keinginannya pada Fatimah, "Sesungguhnya harta yang kita miliki serta yang dimiliki oleh saudara-saudaramu berasal dari hartanya kaum muslimin. Aku bertekad akan mengembalikannya pada mereka. Dan, jika Adinda tidak sabar pada kesempitan hidup setelah kekuasaan, maka pulanglah ke rumah ayahmu." Mendengar itu Fatimah segera menepis, "Saya tidak akan menyertai Kakanda dalam keadaan senang lantas meninggalkan Kakanda dalam keadaan susah. Saya ridha dengan apa yang Kakanda ridhai."Kemudian semua hartanya didermakan dan kini yang dimilikinya hanya permata peninggalan ayah Fatimah. Umar pun kembali bertanya, "Wahai Fatimah engkau tahu bahwa dulu permata itu diambil oleh ayahmu dari kaum muslimin dan lantas dia hadiahkan kepadamu. Sesungguhnya aku tidak suka permata itu tinggal dirumahku. Karena itu, pilihlah antara mengembalikan permata itu ke Baitul Maal atau engkau izinkan aku untuk menceraikanmu." Fatimah pun kembali memenuhi permintaan suaminya, "Demi Allah, tentu aku akan memilihmu daripada permata ini, bahkan berlipat-lipat dari yang kumiliki."Dengan kesederhanaanlah Umar dan Fatimah mulai mengikuti realita kehidupan sebenarnya. Sang khalifah mulai memerdekakan budak, mengembalikan seluruh harta yang dimiliki ke Baitul Maal. Begitu juga dengan Fatimah mulai menanggalkan permata yang dipakainya. Mereka lebih memilih tinggal di rumah yang sangat sederhana. Dengan kata lain, mereka dengan sikap kesederhanaannya berhasil menghancurkan belenggu kemewahan yang mengikat jiwanya dan mematahkan jembatan yang mengantarkan pada fitnah dunia.Fatimah dalam hal ini bisa disebut sosok bidadari yang turun ke bumi. Sebab ia berani melepaskan semua kemewahan dunia dan lebih memilih hidup sederhana bersama suami yang justru setelah mendapat amanat besar sebagai khalifah. Juga memilih kesederhanaan sebagai jalan hidupnya. Begitu halnya dengan sosok Aisyah ra Ummul Mukminin. Kezuhudan terhadap dunia menjadi teladan bagi umat. Hampir tidak ada harta di tangannya. Dia bagikan seluruh hartanya kepada kaum-kaum miskin. Di antara kedermawanannya adalah membagikan seratus ribu dirham, sementara ia sendiri dalam keadaan shaum. Umar bin Zubair ra juga pernah mengisahkan kedermawanan dan kesederhanaan Aisyah, "Aku pernah melihat Aisyah membagi-bagikan harta sebanyak tujuh ratus ribu dirham sementara dia sendiri menjahit bajunya."Subhanallah, merenungi kedua kisah di atas betapa mulianya sosok Fatimah dan Aisyah. Ya, dengan kesederhanaannya menjadikan mereka sosok bidadari yang turun ke bumi. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengikuti jejak Fatimah dan Aisyah? Siapkah kita tanggalkan semua kemewahan dunia hingga kita siap menyandang gelar bidadari?Dalam buku Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengisahkan tentang bidadari surga. Mereka itu adalah wanita suci yang menyenangkan dipandang mata, menyejukkan dilihat, dan menentramkan hati. Jadi bidadari adalah wanita shalehah yang senantiasa tawadhu, tidak bermewah-mewah dengan keindahan dunia, bersikap sederhana. Seandainya berperan sebagai istri maka ia taat kepada suaminya, menjaga harta suami, mendidik anak-anaknya dan memotivasi agar istiqamah dalam membela agama Allah."Tidakkah mau aku kabarkan kepada kalian tentang sesuatu yang paling baik dijadikan bekal seseorang? wanita yang baik (shalihah); jika dilihat suami ia menyenangkan; jika diperintah ia mentaatinya; dan jika suami meninggalkannya ia menjaga diri dan harta suaminya." (Diriwayatkan Abu Daud dan An-Nasai).Wahai muslimah, kisah di atas mewakili dari sebagian kisah para sahabiyah, begitu juga dengan untaian riwayat yang tersirat. Namun, apalah artinya sebuah kisah bila kita tidak bisa mengambil ibrah. Dan apalah artinya seuntai riwayat jika kita tidak mau belajar darinya. Untuk itu selamat berjuang, siapkan diri menjadi sosok bidadari, sosok yang menapaki kehidupan dengan kezuhudan, dan kesederhanaan.

Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga




Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang dperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :1. Bertakwa.2. Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.3. Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.4. IHSAN,Yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.5. IKHLASBeribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.6. Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.7. Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.8. Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.9. Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.10. Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.11. Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.12. Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).13. Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.14. Berbakti kepada kedua orang tua.15.Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :" … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar." (QS. An Nisa’ : 13)Wallahu A’lam Bis Shawab.i

Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya




Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :"(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?" (QS. Muhammad : 15)
"Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan." (QS. Al Waqiah : 10-21)Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :"Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik." (QS. Al Waqiah : 22-23)"Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin." (QS. Ar Rahman : 56)"Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (QS. Ar Rahman : 58)"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya." (QS. Al Waqiah : 35-37)Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :" … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya." (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : "Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan." Dan mereka juga mendendangkan : "Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi." (Shahih Al Jami’ nomor 1557)

UMMUL MUKMINIM RAMLAH BINTI ABU SOFYAN



Ramlah binti Abu Sofyan dilahirkan dua puluh lima tahun sebelum hijrah atau kurang lebih tiga belas tahun sebelum Muhammad saw diangkat Rasul. Ayahnya adalah Shakhr bin Harb bin Umayyah yang dikenal sebagai Abu Sofyan. Ia adalah pembesar Quraisy yang terpandang pada masanya. Sedangkan ibunya bernama Saffiyyah binti Abul Ash, bibi Usman bin Affan.Tahun demi tahun berlalu dengan cepat. Ramlah tumbuh menjadi gadis cantik yang dikagumi pemuda-pemuda Quraisy. Salah seorang di antara mereka adalah Ubaydillah bin Jahsy, pemuda bangsawan Quraisy yang tekun mempelajari ajaran Nabi Isa as dan selalu menyertai Waraqah bin Naufal, seorang pendeta nasrani. Ia melamar Ramlah. Lamaran itu diterima dan tak lama kemudian mereka menikah.Beberapa waktu setelah pernikahan tersebut, Muhammad saw diangkat sebagai Rasul. Berita ini menyebar di kalangan masyarakat Quraisy. Ubaydillah menyambut seruan rasulullah dan menyatakan keimanannya karena ia mendengar Waraqah bin Naufal membenarkan kenabian Muhammad saw. Ramlah pun mengikuti jejak suaminya, memeluk Islam.Saat Ramlah sedang mengandung, Rasulullah saw menyerukan kaum muslimin untuk berhijran ke Habasyah. Maka berangkatlah Ramlah dan suaminya menuju Habasyah. Ramlah melahirkan Habibah, anaknya di Habasyah. Sejak itu ia lebih dikenal dengan sebutan Ummu Habibah.Suatu malam, Ramlah terbagnun dari tidurnya. Ia bermimopi buruk tentang suaminya. Diriwayatkan dari Ismail bin As, Ummu Habibah berkata, "Aku melihat suamiku, Ubaydillah bin Jahsy dalam mimpi dengan penampilan yang sangat buruk. Aku terkejut kemudian berkata, "Demi allah engkaua telah berubah!""Pagi harinya, Ubaydillah bin Jahsy berkata, "Ummu Habibah, aku berpikir tentang agama, dan menurutku tidak ada agama yang lebih baik dari agama nasrani. Aku memeluknya dulu. Kemudian aku bergabung dengan agama Muhammad, tetapi sekarang aku kembali memeluk Nasrani."Ramlah berkata, Demi Allah! Tidak ada kebaikan bersamamu! Kemudian diceritakanlah pada suaminya mimpi itu, tetapi Ubaydillah tak menghiraukannya. Ubaydillah kemudian menjadi peminum arak sampai akhir hayatnya.Setelah Ubaydillah meninggal, Ramlah bermimpi Ubaydillah mendatangi dan memanggilnya Ummul Mukminin. Ramlah terkejut dan menafsirkan bahwa Rasulullah akan menikahinya.Setelah berpisah dengan suaminya, Ramlah membesarkan anaknya sendirian di Habasyah. Peristiwa yang menimpa Ramlah didengar oleh Rasulullah saw. Setelah masa idah Ramlah selesai, Rasulullah meminta bantuan Negus, penguasa Negus, penguasa Habasyah untuk melamarkan Ramlah. Setelah membaca surat dari Rasulullah, Negus mengutus Abrahah, seorang budak perempuannya untuk menjumpai Ramlah. Ramlah menerima lamaran Rasulullah dengan mas kawin sebesar 400 dinar. Khalid bin Sa’id menjadi wali pernikahannya pada saat itu. Pernikahan itu terjadi sekitar tahun ketujuh hijrah.Setelah kemenangan kaum muslimin dalam perang Khaibar, rombongan muhajirin dari Habasyah termasuk Ramlah kembali ke Madinah danmenetap bersama Rasulullah saw.Ramlah selalu tegas dan teguh berpegang kepada Al Islam termasuk dalam menghadapi Abu Sofyan, bapaknya. Salah satu ucapana Ramlah kepada Abu Sofyan adalah, "Ayahku adalah Islam. Aku tidak mempunyai ayah selainnya, selama mereka masih membanggakan Bani Qais atau bani Tamim."Pada kesempatan lain, setelah perjanjian Hubaybiah, Abu Sofyan yang datang ke Madian untuk bertemu Rasulullah bertemu Ramlah. Saat itu Ramlah antara lain berkata, "Allah telah menunjukkan Islam kepadaku. Ayah adalah pemimpin dan pembesar Quraisy. Apa yang membuat ayah enggan masuk Islam? Ayah menyembah berhala yang tidak mendengar dan tidak melihat."Beberapa tahun setelah berkumpul dengan Ramlah, Rasulullah saw meninggal dunia. Sepeninggal Rasulullah, Ramlah benar-benar menyibukkan diri dengan beribadah danberbuat kebaikan. Dia berpegang teguh dengan nasihat Rasulullah saw dan senantiasa berusaha mempersatukan kaum muslimin dengan kemampuannya sampai ia meninggal dunia pada tahun ke 46 Hijriah.

Bahaya Ghibah





"Janganlah sebagian kamu menggunjing (ghibah) sebagian yang lain, sukakah seorang diantaramu memakan saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."(QS. Al Hujurat, 049:012)Apa sih ghibah itu? Ghibah atau bahasa gaulnya "ngegosip" adalah membicarakan orang dengan hal yang tidak disukainya seandainya ia mendengar, baik tentang kekurangan yng ada pada badan, nasab (keturunan), akhlak, perbuatan, perkataan, agama, dunianya, bahkan pakaian, rumah dan kendaraannya.Al Qur'an mengibaratkan orang yang suka menggunjing, seperti orang yang memakan daging saudaranya sendiri. Begitu juga dengan orang yang mendengar ghibah. Ia tidak terbebas dari dosa kecuali dengan mengingkari secara lisan atau dengan hatinya. Seperti sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Tabhrani, "Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya yang sedang dipergunjingkan, maka Alloh akan membebaskannya dari api neraka."HAL YANG MENDORONG GHIBAHHarus diakui bahwa perempuanlah yang paling suka ngobrol ngalor-ngidul. Dan kadang (bahkan sering) obrolan itu menjurus kepada ghibah. Menurut para pakar psikologi, perempuan cenderung emosional dibandingkan pria. Hal-hal yang sangat peka begitu mudah menyentuh emosi dan mempengaruhi perempuan. Sedangkan gosip adalah pembicaraan menyangkut nasib orang lain yang bisa membuat perasaan kaget, miris, atau juga benci. Nah, disitulah emosi kaum hawa terpancing. Tapi, bukan berarti pria terbebas dari gosip lho!Imam Al Ghazali dalam bukunya Mensucikan Jiwa, menyebutkan beberapa faktor yang mendorong ghibah. Pertama, melampiaskan kemarahan. Jika sedang marah, orang dengan mudah menyebutkan keburukan-keburukan. Jika seseorang itu tidak memiliki keberagamaan yang kuat maka ia tak akan mampu mencegah perbuatan ghibah itu.Faktor kedua adalah menyesuaikan diri dengan kawan-kawan, dengan berbasa-basi dan mendukung pembicaraan mereka walaupun pembicaraannya itu menyebut-nyebutkan aib orang.Ketiga, ingin mendahului menjelek-jelekkan keadaan orang yang dikhawatirkan memandang jelek ihwalnya di sisi orang yang disegani.Keempat, keinginan bercuci tangan dari perbuatan yang dinisbatkan kepada dirinya.Kelima, ingin membanggakan diri. Mengangkat dirinya sendiri dan menjatuhkan orang lain. Misalnya ia berkata, "si Fulan itu bodoh, pemahamannya dangkal dan ucapannya lemah."Keenam, kedengkian. Bisa jadi ia mendengki orang yang disanjung, dicintai dan dihormati orang banyak, lalu ia menginginkan lenyapnya nikmat dari orang itu, tetapi tidak mendapat jalan kecuali dengan mempermalukan orang tersebut di hadapan orang banyak.Ketujuh, bermain-main, senda gurau dan mengisi waktu kosong dengan lelucon. Lalu ia menyebutkan aib orang lain agar orang-orang menertawakannya. Penyebab timbulnya hal ini adalah kesombongan dan ujub.Kedelapan, melecehkan dan merendahkan orang lain demi untuk menghinakannya. Penyebabnya adalah sombong dan menganggap kecil orang lain.KAFARAT GHIBAHOrang yng menggunjing, sebaiknya segera sadar dan bertaubat serta menyesali perbuatannya agar terbebas dari hukuman Alloh, kemudian meminta pembebasan dari orang yang digunjing agar terbebas dari tuntutan balasan kezaliman.Dalam hadits shahih, diriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: "Siapa yang memiliki tuntutan kezaliman dari saudaranya menyangkut kehormatan atau harta maka hendaklah ia meminta pembebasannya sebelum datangnya hari dimana tidak ada dinar maupun dirham, tetapi akan diambil dari kebaikan-kebaikannya maka keburukan-keburukan saudaranya diambil lalu ditambahkan kepada keburukan-keburukannya."Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Dawud secara musnad dan mursal, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Pada malam ketika aku melakukan perjalanan malam (isra'), aku melewati suatu kaum yang mencakar wajahnya mereka dengan kuku mereka sendiri. Aku bertanya, 'wahai Jibril, siapakah mereka itu?' Jibril menjawab, 'mereka adalah orang-orang yang menggunjing dan mencela kehormatan orang lain.'"OBAT PENCEGAH GHIBAHSemua akhlak yang buruk hanya dapat diobati dengan adonan ilmu dan amal. Obat setiap penyakit adalah dengan melawan penyebabnya. Sedangkan mengobati penyakit lidah bisa dilakukan dengan mengetahui beberapa hal:1. Ghibah dapat mendatangkan kemurkaan Alloh,2. Membatalkan kebaikan-kebaikan di hari kiamat,3. Memindahkan kebaikan-kebaikan kita kepada orang yang digunjing sebagai ganti dari kehormatan yang telah dinodainya. Jika tidak memiliki kebaikan yang bisa dialihkan, maka keburukan orang yang digunjing itu akan dialihkan kepada kita,4. Pelajarilah tentang nash berghibah niscaya lidah kita tidak akan melakuk ghibah karena takut kepada hukum Alloh,5. Merenungkan cacat diri sendiri sehingga malu jika membicarakan orang lain,6. Bahwa orang lain merasa sakit karena ghibah yang dilakukannya, sebagaimana dia akan merasa sakit bila orang lain menggunjingnya,7. Setiap kali mendengar selentingan, cepatlah berkata kepada diri sendiri, apakah aku mendapat manfaat atau menyeritakan kembali hal ini kepada orang lain?8. Kurangi nongkrong di tempat yang nikmat untuk bergosip,9. Pujilah diri sendiri setiap kali berhasil menahan untuk tidak bergosip tentang suatu hal yang baru kamu ketahui,10. Rajinlah membaca Al Qur'an, lalu salurkan bahan gosipmu dengan membahas sesuatu yg bermanfaat atau berdiskusi.

Sahabat] Jadikan Aku Sahabatmu.




Sholaatu minallah wa alfa salam… Samar-samar suara itu mendengung di telinga. Dengan mata terpejam, tangan meraba-raba. Malas. Di balik selimut tebal dan pengaruh kantuk, plus dingin yang menusuk kulit. Suara semakin jelas sebelum akhirnya HP ditemukan dengan sholawat yang dilagukan oleh Group Khasidah Langitan yang khas kanak-kanak. Merdu. Dengan mata yang menyipit, kutatap monitor HP. Memijit tombol open. Sebuah SMS.
"Ukhty, bangunlah… Assholaatu khoirum minnan naom(Sholat lebih baik dari pada tidur). Pukul empat lebih beberapa menit. Waktunya qiamul lail.
Dengan mata yang masih dua watt, ku pijit tombol-tombol huruf pada HPku. Membentuk sebuah tulisan "Syukron katsiira, Ukhty Chalim." Lalu klik send. Ah… beginilah senangnya punyai sahabat. Ia akan selalu mengingatkan kala kita lalai.
Sahabat tidak akan merasa terganggu dengan perbedaan yang ada. Meskipun adanya perbedaan seringkali sangat mencolok. Seperti perbedaanku dengan kedua sahabat terdekatku. Nurul dan Chalim. Keduanya bisa dikata pendiam. Sedangkan aku banyak yang menjuluki burung beo. Kalau sudah bicara nyerocos panjang lebar. Hikz…
Nurul yang selalu bisa mengerti dan memahami watakku, tidak pernah protes sekalipun, meskipun jarang sekali kutelepon ataupun SMS. Chalim yang meskipun usianya lima tahun lebih muda dariku, tapi memiliki kedewasaan melebihi diriku (upz… selalu saja begitu. Jangan-jangan aku ini anak kecil yang terperangkap dalam tubuh dewasa? Hikz…). Ia sangat baik. Menjaga silaturrahmi kepada siapa saja. Keikhlasan selalu terpancar dari jiwanya. Semua orang menyukainya. Setiap kali bertemu, ia selalu tersenyum ramah. Meskipun membawa bawaan yang sangat banyak dan berat di tasnya.
"Bisnis akhirat." Begitu dia menjawab ketika ada yang mengomentari bawaannya. Yang dibawanya adalah buku. Buku-buku koleksinya yang ia pinjamkan kepada teman-temannya, baik dari organisasi maupun di luar organisasi. Sungguh suatu usaha yang sangat mulia. Ia berjuang menebar manfaat kepada teman-temannya melalui buku koleksinya. Dan menggalang dana untuk membantu yayasan yatim-piatu.
Dua tahun lebih aku bersama mereka. Ketika aku dalam gundah, mereka yang menawarkan kedua telinganya untuk mendengarkan keluh-kesahku.
Ketika aku merasa sepi dalam kesendirian, kudapati mereka meneleponku. Untuk menanyakan kabarku. Meskipun aku jarang sekali menanyakan kabar mereka, keduanya tetap menghubungiku. Tanpa bosan. Dan akupun menjadi terbiasa dengan suara-suara mereka setiap hari. Dengan canda-canda mereka. Hingga akhirnya kusadari, hidup tanpa sahabat, bagai kapal tanpa penumpang. Ianya tidak bisa berlayar…
Dan akhirnya, ingin kurengkuh dirimu dengan kedua tanganku, Kawan. Ketika engkau ucapkan kata, "Ukhty, jadikan aku sahabatmu…

Sebegitu Parahkah Engkau Indonesiaku?

Indonesia tuch negara ngeri
Korup......dll. I'm sick of Indonesia
Indonesia......!!!.Dakwah Minhajul Nubuwah : Harta &Nyawa ................ (yang ini saya belum faham apa maksudnya).
Complicated....byk org Munafik di Indnesia
Indnesia piece of shit
YUP......but still I hate Indonesia
Byk org gak jujur tuch........
Saya skrg malah mempersiapkan utk jd warga Malaysia atau mana aza yg penting out from Indonesia
___________________________________________________________
Masya Allah, Betapa kasihannya engkau wahai Indonesiaku. Entah kata-kata apalagi yang pantas diterima dan didengar oleh wargamu kini. Apakah memang ini yang pantas engkau terima? Sebegitu parahnyakah? Ironis sekali.
Okelah mungkin sebagian dari kita kecewa dengan kegagalan pemerintah dalam menangani Indonesia. Atau kita tidak menyukai hukum UU yang berlaku saat ini di negara kita. Tetapi, apakah ianya akan lantas berubah dengan cacian dan hinaan seperti itu? Bukankah seharusnya tugas kita sebagai generasi penerus untuk mewujudkan hal yang terbaik bagi negara kita? Bukan justru dihindari!
Kita boleh membenci kemunafikan. Harus bahkan. Tetapi, kita juga tahu, Dimanapun kita berada, Kita tidak akan pernah menemukan negara yang di dalamnya bersih dari orang-orang munafik. Orang-orang semacam itu akan tetap menghiasi kehidupan. Di belahan bumi manapun. So..., semua kembali kepada kita. Apakah kita akan membiarkan kemunafikan itu. Atau akan berusaha mengikisnya dengan menebarkan kejujuran agar diikuti oleh orang-orang itu. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menunjuki kita jalan yang di ridhoi-Nya. Kita tidak akan pernah berhasil menggapai apapun kecuali atas peran-Nya...

Aku, Dia, Dan Arloji Tua.(cerpen)





Aku tidak mengerti kenapa gadis itu selalu memandangku dengan pandangan sinis begitu. Seperti pagi ini misalnya, saat kami berpapasan di depan kelas, aku mencoba tersenyum kepadanya namun tanggapan dia justru seperti melihat ada sesuatu yang najis pada diriku.
"Gue nggak ngerti, Mir, kenapa dia bersikap begitu terhadap gue," keluhku pada Mira saat kami bertemu di halaman sekolah. Sicewek tomboy yang jadi teman akrabku sejak kecil. Sejak aku menjadi warga Lampung Utara. Sebenarnya gue, elo, bukan bahasa keseharian kami orang Lampung Utara. Tetapi, sinetron dan film remaja yang ditayangkan di teve-teve sedikit banyak telah membuat kami ikut-ikutan logat mereka orang-orang kota.
"Cuek aja lagi, biasa anak orang kaya emang gitu," sahut Mira santai. Aku seperti nggak bisa menerima penjelasan Mira, karena kalau aku lihat dia juga tidak kaya-kaya amat, orang tuanya sama saja dengan orang tuaku. Sama-sama pemilik toko kelontong di pasar Tulang Bawang. Bedanya ia ditunggui seorang ayah sedang aku tidak. Pasti ada alasan lain yang membuatnya bersikap begitu terhadapku.
Jam dua siang pelajaran usai. Semua siswa-siswi SMK Al-Iman meninggalkan kelas masing-masing. Begitupun aku, Mira serta gadis itu. Kebetulan arah rumah kami sama, sehingga kami naik angkutan sama pula.
Aku tidak tahu apakah ini termasuk dalam rencana Tuhan, atau hanya kebetulan. Kebetulan aku dan Mira masuk ke angkot duluan, dan langsung dapat tempat duduk yang nyaman. Sedang dia yang masuk setelah kami terpaksa berhimpitan di depan pintu dekat kondektur. Sebenarnya aku tidak tega melihat itu, tapi apa boleh buat gadis itu tidak akan mau menerima uluran baikku. Ia lebih baik kesusahan dari pada menerima kebaikan dariku. Itu sering terjadi. Niatku yang tulus ingin membantu, dibalas dengan tatapan sinis penuh kebencian.
Angkutan pedesaan yang kami tumpangi terus melaju dengan cepat. Berpacu dengan keramaian jalan raya Lintas Timur. Ketika angkutan sudah berjalan lebih-kurang satu kilo, mendadak sekali sopir angkut menghentikan mobilnya, sehingga semua penumpang histeris bersamaan dengan terlemparnya tubuh kondektur, keluar dari angkot. Terjerembab di jalanan. Pegangan gadis itupun terlepas. Dan entah malaikat mana yang masuk ke relung hatiku sehingga dengan gerakan reflek aku mengulurkan tanganku menahan tubuh gadis itu, agar tidak ikut terlempar keluar, seperti kondektur, yang kini telah dikerumuni banyak orang, karena langsung tertabrak mobil sedan yang kebetulan berjalan di belakang angkutan yang kami tumpangi.
"Guntur, apakah lo baik-baik saja?" Tanya Mira yang telah berada di dekatku.
"Gue baik-baik saja Mir, terimakasih." Jawabku sambil menatap gadis itu yang tetap diam membisu. Namun terlihat jelas sekali ada percikan sebening pecahan kaca di kedua bola matanya. Mungkin karena dia syok dengan kejadian yang baru kami alami.
"Guntur tangan lo berdarah," ucap Mira lagi. Setelah kami turun dari angkot. Aku segera beralih ke tangan yang dimaksud Mira. Ya, pergelangan tangan kiriku berdarah, diakibatkan oleh pecahan kaca dari arloji yang ku pakai. Ada rasa perih yang semula tidak aku rasakan, karena tertutup rasa deg-degan di hati. Aku sudah menjadi seorang pahlawan. Aku baru saja menyelamatkan seseorang. Ya, seorang gadis yang sangat membenciku. Tapi benarkah ia sangat membenciku? Lalu apa arti airmata yang membasahi kelopak matanya itu?
**********
Kupandangi arloji yang tergeletak di meja belajarku. Arloji tua warisan dari kakek yang telah meninggal dunia sepuluh tahun lalu. Kini kaca arloji itu telah hancur membentur dinding besi didekat pintu angkutan umum, saat aku mencoba menyelamatkan gadis manis tapi selalu sinis, yang sudah tiga tahun berada di satu ruang kelas denganku. Kini aku tidak bisa lagi mengenakan benda itu, kedua jarum yang selalu menunjukkan waktu kini berhenti sama sekali. Ia tidak mau berdetak lagi. Kehidupannya telah tercabut, demi mempertahankan nyawa gadis itu.
Kulirik jam yang melekat di dinding kamarku sesaat, sudah menunjukkan pukul 07:10 WIB. Buru-buru kusambar tas sekolah dan segera pamit pada ibu. Aku berpacu memburu waktu berlari menuju sekolahku.
Baru saja beberapa langkah aku meimijakkan kaki di halaman sekolah, tiba-tiba aku dengar suara lembut memanggil namaku. "Guntur."
Jelas sekali itu bukan suara Mira. Suara itu terdengar asing bagiku. Kuhentikan langkahku, dan perlahan kubalikkan tubuhku, untuk memastikan siapa pemilik suara merdu itu.
"Terima kasih." ucapnya lagi setelah aku menghadapnya. Aku sungguh tidak percaya dengan penglihatan dan pendengaranku. Gadis itu, ya gadis itu memanggilku dan mengucapkan terima kasih padaku. Apakah dia sudah sadar kalau aku ini juga manusia. Yang tidak suka dihadapi dengan sinis?
Aku mengganguk pelan, mengerti apa maksud ucapannya.
"Ambillah," lanjutnya lagi sambil menyodorkan sesuatu yang dibungkus rapi kepadaku.
"Apa itu?" tanyaku tanpa berniat mengambil pemberiannya.
"Gue tahu, kemarin sewaktu lo menyelamatkan gue, arloji lo membentur pintu besi hingga rusak total, karena itu gue bermaksud menggantinya," jawabnya kemudian.
Aku terdiam. Aku tidak tahu mesti jawab apa. Selain aku tidak mau membuatnya repot mengganti arloji itu, benda itu juga tidak akan pernah bisa tergantikan. Benda itu adalah milik kakek. Pemberian dari sahabatnya sewaktu masa penjajahan Belanda bertahun-tahun yang lalu. Yang kemudian diwariskan padaku dua jam pada detik-detik akhir hidup beliau.
"Gue tau, elo emang gak bakalan pernah mau nerima apapun dari gue. Terimakasih." Ucapnya tiba-tiba, sambil berlalu meninggalkanku. Aku sangat terkejut. Aku baru menyadari kalau aku sudah membuatnya kesal dengan diamku. Padahal aku tidak bermaksud cuek terhadapnya. Aku hanya terbengong-bengong.
"Asti tunggu!" panggilku sambil mengejar dan mencegat langkahnya dari depan. Sekilas aku lihat ada butir bening menetes di pipinya.
"Maafin gue," ucapku tidak tahu lagi harus berbuat apa.
"Kenapa sih lo selalu membenci gue?" tanyanya sambil menyeka airmatanya.
Apa? Aku membenci dia? Apakah aku tidak salah dengar? Bukankah selama ini dia yang selalu sinis terhadapku?
"Apa Asti? Gue benci elo? Apakah gue gak salah dengar Asti? Selama ini gue selalu berusaha baik ama elo. Tapi lo sendiri yang selalu sinis pada gue." Sahutku membela diri dalam ketidak mengertianku.
Gadis itu terdiam, menunduk, namun airmatanya semakin deras membasahi kedua belah pipinya yang bersih.
Lagi-lagi aku tak tega melihat itu. Tapi apa boleh buat gadis itu bukan muhrimku. Aku tidak halal untuk menyentuhnya. Aku tidak halal untuk menghapus airmata itu.
"Sebenarnya gue ingin jadi sahabat lo, As. Tapi melihat sikap lo terhadap gue selama ini, tak ada keberanian lagi bagi gue untuk ngedeketin lo. Bisakah lo beri alasan, kenapa lo begitu As?" tanyaku hati-hati agar tidak menyinggung perasaannya.
"Lo gak akan ngerti, Gun," jawabnya sambil menggeleng pelan.
"Ya. Gue gak ngerti, dan gak akan pernah bisa ngerti kalo lo gak mau ngomong Asti!" aku mulai nggak sabar menghadapi gadis yang ada di hadapanku itu. namunpun begitu, aku tetap berusaha menekan suaraku.
"Asti bicaralah, dimana letak kesalahan gue sama elo. Sehingga gue faham dengan masalah kita," pintaku lagi setelah aku lihat gadis itu tetap membisu.
"Lo gak bersalah, Gun. Hanya saja gue ngiri sama lo,"
"Ngiri? Karena apa?" aku mengerutkan dahiku. Merasa aneh dengan jawabannya. Apa yang membuatnya iri?
"Gue ngiri karena menurut ibu gue, sewaktu kita masih kecil dulu, lo lebih disayangi oleh kakek. Lo lebih sering diajak bermain dan jalan-jalan oleh kakek. Lo lebih sering dikasih hadiah oleh kakek. Lo banyak mendapat pelajaran dari pengalaman kakek. Sehingga gue gak pernah bisa mengalahkan lo dalam merebut prestasi di sekolah. Gue benar-benar ngiri sama lo, Gun." Panjang lebar gadis itu menguraikan alasan atas sikapnya selama ini.
"Tapi kakek gue…
"Abdullah bukan cuma kakek lo, tapi juga kakek gue. Abdullah adalah ayah dari ayah kita."
"Asti, lo ngomongin apa? Gue nggak ngerti apa maksud lo?" aku masih bingung dengan ucapannya. Bagaimana jalurnya kalau benar kakekku adalah kakek dia? Dan, dia menyebut ayah kita. Siapa yang dimaksud ayah kita? Sementara aku sendiri tidak tahu di mana ayahku kini berada.
"Guntur, sebenarnya lo adalah adik kandung gue, ayah gue adalah ayah lo juga. Hanya ibu kita saja yang berbeda." Sungguh bagaikan guntur yang menggelegar disiang bolong. Menerjang gendang telingaku.
"Guntur! Asti! cepetan masuk kelas!" tiba-tiba Mira sudah berada di tempat yang tidak jauh dari kami berdiri. Oh… kami sudah terlambat 15 menit! Buru-buru kami masuk ke dalam kelas. Beruntung belum ada guru yang masuk. Di dalam kelas aku lebih banyak diam. Tidak seperti biasa yang selalu banyak bicara. Aku lihat Astipun melakukan hal yang sama. Mira tampaknya mengerti keadaan. Sehingga ia tidak jahil seperti biasa.
Sepulang dari sekolah, bakda sholat dzuhur aku langsung masuk kamar. Dan mengunci pintunya rapat-rapat. Kupandangi lagi arloji warisan kakek yang telah hancur itu. "Kakek seandainya engkau masih di sini, tentu engkau akan menceritakan padaku, tentang semua ini…

Dewasakan Diri Dengan Pacaran (cerpen)



"Berapa umurmu?"
"** (sensor ala tetangga dari gunung)."
"Udah kawin belum?"
"Belum."
"Lagi pacaran dong."
"Yupz. Sedang pacaran sama kamu nie (karena memang sedang chating dengan dia)"
"Pernah pacaran?"
"Nggk. (jawaban yang salah. Seharusnya jawab belum - karena berharap bisa pacaran setelah menikah)."
"Belum pernah pacaran?"
"Aku berniat pacaran setelah menikah saja."
"Walah, belum tersentuh dong :P"
"Itu hal yang tidak mungkin. Ada kala kita di kendaraan yang sempit. Tentu saja tersentuh banyak orang."
"Maksudku di sentuh sambil di nikmati gitu loh..."
"Hikz, mengerikan!"
":-? (mengeluarkan icon berfikir)."
"Kenapa?"
"Aneh deh.
Yupz! Mungkin beginilah kehidupan kita sekarang. Kita akan dianggap ANEH jika usia sudah melewati batas kanak-kanak namun tidak pacaran. Dengan dalih saling mengenal, kita sering melakukan penghalalan cara untuk melegalkan pacaran.
Sangat beda dengan orang zaman dulu. Ketika orangtua saya menikah dulu, mereka belum mengenal satu sama lain. Namun pernikahan mereka langgeng ~semoga hingga kelak di firdaus-Nya~. Bahkan, hingga saya dewasa kini, belum pernah sekalipun saya melihat mereka bertengkar. Mungkin banyak yang tidak percaya, karena dalam kehidupan rumah tangga sangat rawan terjadi perselisihan. Yupz! Sayapun yakin akan hal itu. Dan sayapun yakin, dalam rumah tangga orangtua saya pasti ada perselisihan. Namun entah bagaimana cara mereka menyelesaikannya. Yang jelas, mereka benar-benar bisa menjadi panutan buat kami , putra-putri mereka.
Ketika masih kanak-kanak, sering saya menyaksikan pertengkaran suami-istri di sekitar tempat tinggal saya. Dari sekedar perang kata-kata mempertahankan argumentasi masing-masing, hingga saling menerbangkan perkakas rumah tangga. Bahkan hingga saling memukulpun pernah saya saksikan. Tapi Alhamdulillah, hal semacam ini belum pernah sekalipun saya saksikan pada orangtua kami. Dan semua itu bermula dari pernikahan yang tanpa pacaran.
"Masak sih kamu belum pernah pacaran, Q?" seorang teman wanita saya pernah bertanya.
"Yupz!" saya menyahut dengan sangat yakin. Mantap.
"Pantes aja kamu tetap kekanak-kanakan gitu." Guuuuubrag!!!
Masak sih, saya kekanak-kanakan karena belum pernah pacaran? Apakah untuk mendewasakan diri kita harus melalui tahap pacaran dulu? Saya tidak merasa yakin akan hal itu (udah dari sononya begini kali…)
Saya jadi ingin bertanya, di mana letak keanehan seseorang yang tidak pacaran sebelum menikah? Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah dengan tegas berfirman dalam surat Al-Israa’ : 32
Dan janganlah kamu mendekti zina; sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Ayat itu menyatakan larangannya mendekati zina. Hanya mendekati saja dilarang, apalagi sampai melakukannya.
Lha kitakan cuma menjalani tahap pengenalan saja? Nggak sampai berzina?
Yakin?
Pacar; menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih.
Berpacaran, bercintaan; berkasih-kasihan.
Apakah mungkin seseorang yang berpacaran, bercintaan, berkasih-kasihan, tidak melakukan zina? Dari cerita yang dapat saya himpun, dalam berpacaran, minimal kita akan saling menatap, atau menyentuh tangan. Apakah ini bukan zina? Jelas dia bukan muhrim kita. Kita belum halal menyentuhnya. Dengan demikian, satu titik zina telah kita lakukan di sini. Zina mata! Itu yang paling beruntung bagi kita jika selamat dari penyesatan syetan. Kalau kita tidak tahan dengan godaan, kita akan melakukan lebih dari itu. Naudzibullah mindzaalik.
Kita semua tahu, resiko dari pacaran. Karena itulah, kehati-hatian sangat diperlukan dalam hal ini. Semoga kita terhindar dari perbuatan yang tidak di ridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jadi, jika saya memutuskan untuk tidak pacaran sebelum menikah, bukan berarti saya manusia aneh yang tidak normal. Insya Allah saya normal, senormal-normalnya. Seperti juga Anda. Hanya saja, saya menginginkan keredhaan-Nya. Melalui jalan yang selamat.
Wallahu’alam bisshowab.

Mengembalikan Citra Islam

Pengeboman, pembunuhan, dan kekerasan-kekerasan lainnya yang dilakukan Islam, itulah yang selama ini selalu diberitakan oleh media massa dunia. Sehingga di manapun berada khususnya di Barat, Islam terkenal sebagai agama kekerasan. Padahal hanya segelintir orang saja yang melakukannya. Yang bisa jadi, karena memiliki pemahaman yang berbeda (condong salah). Islam tidak membenarkan kekerasan, tetapi kekerasan juga diperlukan di dalam Islam.
Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [QS. Al-Baqarah:190]
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. [QS at-Taubah: 73]
Selain mengajarkan kelemah-lembutan, seperti yang digambarkan ayat di atas, Islam juga membolehkan memerangi manusia, namun juga tidak sembarangan manusia. Selama mereka tidak memerangi kita, tidak membuat kerusakan, maka kita wajib menjaga kenyamanan mereka. Sayangnya, Islam sudah terlanjur terkenal sebagai agama kekerasan. Walaupun sebenarnya yang melakukan itu hanyalah oknum tertentu.
Sebagai ummat yang baik kita memiliki kewajiban untuk mengembalikan citra Islam yang sudah diklaim sebagai terroris ini, sebagai agama yang penuh kesejukan dan kedamaian. Dengan cara mencerminkan kelakuan kita seperti yang diajarkan oleh agama. Menunjukkan sikap lemah-lembut, serta kasih sayang.
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk [menjadi] rahmat bagi semesta alam. [Al-Anbiya’: 107]
Sering kita dengar, seseorang yang mengutip ayat ataupun hadist yang menerangkan bahwa Islam adalah agama kasih sayang. Tetapi fakta yang terlihat tidak membuktikan itu. Muncul pertanyaan di sini, "Katanya agama rahmatan lil alamin, tapi kok di mana-mana kekerasan dan kerusakan yang ditimbulkan?" Jawabannya, karena media tidak adil memberitakannya. Yang disorot hanya sisi negative Islam saja. Semua yang baik-baik mengenai Islam ditenggelamkan begitu saja.
Membuktikan bahwa Islam bukanlah agama teroris, memang sulit, tetapi itu bukanlah hal yang tidak mungkin. Kita bisa melakukannya dengan menunjukkan akhlaqul karimah. Berkoar mengutip ayat sana, sini, tidaklah benar-benar membantu. Mereka butuh bukti, berupa tindakan. Diskusi dengan cara baik dan benar juga diperlukan di sini.
Wallahu’alam…

Dua Pesan(cerpen)



Aku tidak ingin mengingatinya. Entahlah… ada rasa takut jika mengingatnya. Tidak ingin merinduinya, tidak ingin pula kangen padanya. Karena, dia tidak halal bagiku. Meskipun kadang belum bisa. Ku tetap merindui nasihat-nasihatnya. Tausiyah-tausiyahnya. Kumerindui jawabnya atas tanyaku. Tapi kemana ia menghilang? Sebegitu sibuknyakah ia dengan kerjanya? Sehingga menghilang dalam waktu yang cukup lama? Ah ternyata ia sedang sakit. Sabtu 11 July 2009, sahabatnya menjumpaiku. Meninggalkan dua pesan. Ya, dua pesan yang kan selalu kuingat.
"Ada pesan buat Zahra."
"Apa tu?"
"Ihfazillaaha yahfazhka. Jagalah Alloh pasti Alloh menjaga mu. Tau tak artinye?"
"Insya Allah, Akhy. Insya Allah tahu."
"Satu lagi."
"Ya?"
"Semua yang ada didunia ini insya Alloh kita bisa, sanggup meninggalkan dan ditinggalkan. Kecuali satu, yaitu Alloh azza wajalla."
"Iya Akhy."
"Tau kan maknanya?"
"Insya Allah, mengerti."
"Aku tak bisa lama nii Zahra."
"Baik." Dua pesan singkat dari orang yang selalu kuharap tausiyah-tausiyahnya. Aku tidak ingin lupa dengan pesan itu, maka biarlah aku mempostnya di sini.
Yaa Allah, berilah kesehatan kepada beliau. Jagalah ia dan keluarganya selalu. Keberadaannya dibutuhkan oleh ummat ini…

Agenda Muslimah





Ukhti muslimah sekalian,....perlu sekali bagi akhwat memiliki agenda kegiatan yang berhubungan dengan amal shalih sehari-hari sebagai pengingat dan renungan tentang apa saja yang telah kita lakukan dan apa yang belum bisa kita lakukan, agar hati kita dipacu untuk selalu 'hidup' mengingat-Nya....sehingga apabila hati ini lalai (dan memang sering terjadi demikian) maka kita akan menyadarinya karena sesungguhnya bila hati ini 'sakit' maka akan beratlah anggota tubuh yang lain untuk melaksanakan ketaatan. Semoga artikel ini bermanfaat buat ukhti muslimah semua, diambil dari milis As-Sunnah yang berjudul Kehidupan Sehari-hari yang Islami, karya Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah yang penulis sesuaikan untuk akhwat muslimah....dan sangat bagus sekali apabila ukhti memiliki bukunya karena sangat bermanfaat sebagai barometer keimanan ukhti,....Nah, selamat membaca
Saudariku...Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini ke hadapan Anda untuk direnungkan dan dijawab dengan perbuatan.
Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat ke hadapan Anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil manfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.
Saudariku...Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) dari hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dan diterjemahkan oleh saudara kita Fariq Gasim Anuz semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasnya dengan pahala dan surga-Nya.
Kehidupan Sehari-hari Yang Islami :
1..Apakah Anda selalu menjaga Shalat yang lima waktu? 2..Apakah Anda hari ini membaca Al-Qur'an ? 3.Apakah Anda rutin membaca Dzikir setelah selesai melaksanakan Shalat wajib ? 4.Apakah Anda selalu menjaga Shalat sunnah Rawatib sebelum dan sesudah Shalat wajib ? 5.Apakah Anda (hari ini) Khusyu dalam Shalat, menghayati apa yang Anda baca ?6.Apakah Anda (hari ini) mengingat Mati dan Kubur ? 7.Apakah Anda (hari ini) mengingat hari Kiamat, segala peristiwa dan kedahsyatannya ? 8.Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebanyak tiga kali, agar memasukkan Anda ke dalam Surga ? Maka sesungguhnya barang siapa yang memohon demikian, Surga berkata : ''Wahai Allah Subhanahu wa Ta'ala masukkanlah ia ke dalam Surga''. 9.Apakah Anda telah meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali ? Maka sesungguhnya barangsiapa yang berbuat demikian, neraka berkata : ''Wahai Allah peliharalah dia dari api neraka''. (Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang artinya : ''Barangsiapa yang memohon Surga kepada Allah sebanyak tiga kali, Surga berkata : ''Wahai Allah masukkanlah ia ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang meminta perlindungan kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka sebanyak tiga kali, neraka berkata : ''Wahai Allah selamatkanlah ia dari neraka''. (Hadits Riwayat Tirmidzi dan di shahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami No. 911. Jilid 6). 10.Apakah Anda (hari ini) membaca hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ? 11.Apakah Anda pernah berfikir untuk menjauhi teman-teman yang tidak baik ? 12.Apakah Anda telah berusaha untuk menghindari banyak tertawa dan bergurau ? 13.Apakah Anda (hari ini) menangis karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala ? 14.Apakah Anda selalu membaca Dzikir pagi dan sore hari ? 15.Apakah Anda (hari ini) telah memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala atas dosa-dosa (yang engkau perbuat -pent) ? 16.Apakah Anda telah memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati Syahid ? Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda yang artinya :''Barangsiapa yang memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan benar untuk mati syahid, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memberikan kedudukan sebagai syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidur''. (Hadits Riwayat Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al-Hakim dan ia menshahihkannya).
17.Apakah Anda telah berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar ia menetapkan hati Anda atas agama-Nya ?
18.Apakah Anda telah mengambil kesempatan untuk berdo'a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala di waktu-waktu yang mustajab ?
19.Apakah Anda telah membeli buku-buku agama Islam untuk memahami agama ? (Tentu dengan memilih buku-buku yang sesuai dengan pemahaman yang dipahami oleh para Shahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, karena banyak juga buku-buku Islam yang tersebar di pasaran justru merusak pemahaman Islam yang benar -pent).
20.Apakah Anda telah memintakan ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk saudara-saudara mukminin dan mukminah ? Karena setiap mendo'akan mereka Anda akan mendapat kebajikan pula.
21.Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala (dan bersyukur kepada-Nya -pent) atas nikmat Islam ? 22.Apakah Anda telah memuji Allah Subhanahu wa Ta'ala atas nikmat mata, telinga, hati dan segala nikmat lainnya ?
23.Apakah Anda hari-hari ini telah bersedekah kepada fakir miskin dan orang-orang yang membutuhkannya ?
24.Apakah Anda dapat menahan marah yang disebabkan urusan pribadi, dan berusaha untuk marah karena Allah Subhanahu wa Ta'ala saja ?
25.Apakah Anda telah menjauhi sikap sombong dan membanggakan diri sendiri ?
26.Apakah Anda telah mengunjungi saudara seagama, ikhlas karena Allah Subhanahu wa Ta'ala ?
27.Apakah Anda telah menda'wahi keluarga, saudara-saudara, tetangga, dan siapa saja yang ada hubungannya dengan diri Anda ?
28.Apakah Anda termasuk orang yang berbakti kepada orang tua ?
29.Apakah Anda mengucapkan ''Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raji'uun'' jika mendapatkan musibah ?
30.Apakah Anda hari ini mengucapkan do'a ini : ''Allahumma inii a'uudubika an usyrika bika wa anaa a'lamu wastagfiruka limaa la'alamu = Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan Engkau sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui''. Barangsiapa yang mengucapkan yang demikian, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menghilangkan darinya syirik besar dan syirik kecil. (Lihat Shahih Al-Jami' No. 3625).
31.Apakah Anda berbuat baik kepada tetangga ?
32.Apakah Anda telah membersihkan hati dari sombong, riya, hasad, dan dengki ?
33.Apakah Anda telah membersihkan lisan dari dusta, mengumpat, mengadu domba, berdebat kusir dan berbuat serta berkata-kata yang tidak ada manfaatnya ?
34.Apakah Anda takut kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam hal penghasilan, makanan dan minuman, serta pakaian ?
35.Apakah Anda selalu bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan taubat yang sebenar-benarnya di segala waktu atas segala dosa dan kesalahan ?
Saudariku ...Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas dengan perbuatan, agar kita menjadi orang yang beruntung di dunia dan akhirat, insya Allah

Wanita Shalihah




Saudaraku yang baik, sungguh sangat beruntung bagi wanita shalihah di dunia ini. Ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Kalau pun ia wafat, maka Allah akan menjadikannya bidadari di akhirat nanti. Oleh karena itu, para pemuda jangan sampai salah memilih pasangan hidup. Pilihlah wanita shalihah untuk dijadikan istri dan pendamping hidup setia. Siti Khadijah r.a. adalah figur seorang istri shalihah yang menjadi penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau telah berkorban dengan harta, kedudukan, dan diri beliau demi membela perjuangan Rasulullah SAW. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah r.a., hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasul walau beliau sendiri sudah meninggal. Allah berfirman dalam QS. An Nur ayat 30-31, Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak daripadanya...... Rasulullah Saw bersabda : Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah (HR. Muslim) Ciri khas seorang wanita shalihah adalah ia mampu menjaga pandangannya. Ciri lainnya, dia senantiasa taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up-nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah memperbanyak dzikir kepada Allah di mana pun berada. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al Quran. Jika seorang muslimah menghiasi dirinya dengan perilaku takwa, akan terpancar cahaya keshalihahan dari dirinya. Wanita shalihah tidak mau kekayaan termahalnya berupa iman akan rontok. Dia juga sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan sesuatu kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya justru bersumber dari kemampuannya menjaga diri. Wanita shalihah itu murah senyum, karena senyum sendiri adalah shadaqah. Namun, tentu saja senyumnya proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Intinya, senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Bisa dibayangkan jika kaum wanita kerja keras berlatih senyum manis semata untuk meluluhkan hati laki-laki. Wanita shalihah juga harus pintar dalam bergaul dengan siapapun. Dengan pergaulan itu ilmunya akan terus bertambah, sebab ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik sehingga hal itu berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain. Pendek kata, hubungan kemanusiaan dan taqarrub kepada Allah dilakukan dengan sebaik mungkin. Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah dari kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya akan selalu terkontrol. Tidak akan ia berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al Quran dan As Sunnah. Dan tentu saja godaan setan bagi dirinya akan sangat kuat. Jika ia tidak mampu melawan godaan tersebut, maka bisa jadi kualitas imannya berkurang. Semakin kurang iman seseorang, maka makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, maka makin buruk kualitas akhlaknya. Wallahu alam bish showab

Pakaian dan Perhiasan Wanita



Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu dan pakaian perhiasan dan pakaian yang berupa takwa itulah yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya) supaya mereka mengenangnya (dan bersyukur) ~ QS. Al-A'raf: 26 ~
Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.~ QS. An-Nuur: 31 ~
Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.~ QS. Al-Ahzab: 59 ~

Selasa, 14 Juli 2009

teladan yng ta terlupakan


"Aku tidak ridho istriku bekerja." Begitu seorang ikhwan berkata kepadaku suatu hari.
"Tapi dia sudah memutuskan untuk bekerja." Sahutku.
"Entahlah." Sahutnya dengan suara putus asa. Meskipun si wanita adalah temanku sendiri, aku tetap merasa heran, kenapa wanita tersebut tetap nekat bekerja di luar rumah. Padahal suaminya jelas-jelas bilang tidak ridho. Pikiranku semakin jauh ketika kutanya pada diri sendiri, apakah aku juga akan seperti dia? Meskipun keinginan terbesarku saat ini adalah menjadi ibu rumah tangga saja? Seperti wanita kampung apa adanya (tapi percaya deh aku nggak kampungan, kampungan amat Hikz...)
Kebanyakan wanita di kampung hanyalah seorang ibu rumah tangga. Pada awalnya mereka tidak faham apa yang disebut wanita karir. Namun sejalan dengan kemajuan zaman, kini merekapun mulai berfikir mengenai eksistensi wanita. Tidak sedikit wanita kampung yang mulai berubah, ingin hidup menjadi bagian dari kehidupan kota. Menjadi terlihat keberadaannya dengan berkiprah dikehidupan luaran sana. Tidak peduli apakah suami ridha atau tidak. Mencoba merayu untuk meluluhkan hati suami agar diperkenankan bekerja di luar rumahnya. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan dalih kesamaan gender. Wanita bebas memilih jalannya. Mau bekerja atau tidak, wanita memiliki hak yang sama.
Setidaknya begitu yang terjadi dari sebagian teman yang pernah curhat kepadaku, dan yang pernah kutanya.
Fakta ini mengingatkanku pada seorang wanita yang tinggal di sebuah perkampungan yang jauh dari kehidupan kota. Di tempat yang listrikpun belum masuk ke desanya. Air masih harus menimba. Memasak masih menggunakan kayu bakar. Meniup api dengan bambu agar tetap menyala. Dan lampu-lampu penerang dinyalakan dengan minyak tanah. Sungguh melelahkan. Namun ia tiada mengeluh dengan kehidupan ini. Kehidupan yang baginya sudah sangat biasa.
Setiap pagi diawalinya dengan dengan qiyamul lail, membangunkan suaminya turut serta bersamanya. Dan begitu subuh tiba ia panggil putra-putrinya memenuhi panggilan Allah. Dan sholat berjamaahpun ditunaikan.
Bukan rembulan yang ada dalam tatapan teduhnya yang penuh kasih sayang. Juga bukan pendar cahaya bintang di sana, namun di sana ada ketulusan, ketulusan seorang wanita yang sangat biasa. Serta sebuah keikhlasan.
Sebagai istri seorang petani, dia begitu telaten dan sabar mengurus kebutuhan keluarga. Menyiapkan sarapan untuk anak-anak yang akan berangkat sekolah, dan suami yang akan mencari rizki di ladang. Kembali menyibukkan diri dengan kerjakan yang masih menumpuk ketika semua telah pergi. Membersihkan rumah, mencuci piring, mencuci pakaian, dan kembali memasak untuk kebutuhan makan siang. Sebuah pekerjaan yang cukup melelahkan.
Namun, dia tetap tersenyum! Apapun yang sedang ia lakukan ditinggalkannya ketika melihat suaminya mengayuh sepeda memasuki halaman rumah. Menyambutnya dengan selembar handuk kecil yang kemudian diusapkan ke wajah yang lelah, ke badan yang berkeringat. Menyeduhkan secangkir kopi. Dan menemaninya berbincang seraya menyuguhkan makan siang. Menimba air untuk mandi. Sungguh tersirat bangga pada tindak-tanduknya, bangga menjadi ibu rumah tangga. Dan kuyakin, di sanalah kudapati sebuah teladan. Dari wanita kampung yang selalu kukenang. Ibu…

Minggu, 12 Juli 2009

Mampukah aku??????





"Mampukah aku menjadi seperti Siti Khatijah?Agung cintanya pada Allah dan RasulullahHartanya diperjuangkan ke jalan fisabilillahPenawar hati kekasih AllahSusah dan senang rela bersama...
Dapatkah ku didik jiwa seperti Siti Aishah?Isteri Rasulullah yang bijakPendorong kesusahan dan penderitaanTiada sukar untuk dilaksanakan...
Mengalir air matakuMelihat pegorbanan puteri solehah Siti FatimahAkur dalam setiap perintahTaat dengan abuyanya, yang sentiasa berjuangTiada memiliki harta duniaLayaklah dia sebagai wanita penghulu syurga...
Ketika aku marahInginku intip serpihan sabarDari catatan hidup Siti Sarah....Tabah jiwakuSetabah umi Nabi IsmailMengendong bayinya yang masih merahMencari air penghilang dahagaDi terik padang pasir merakDitinggalkan suami akur tanpa bantahPengharapannya hanya pada AllahItulah wanita Siti Hajar....
Dapatkah aku mengikut jejak Siti Rahmah permaisuri hidup Nabi Ayub….pasrah dengan dugaan Tuhannya….walau pernah tersungkur kerana jerat syaitan…namun ia kembalikerana iman yang kuat…telah dijanjikan syurga adalah balasannya….bahagia adalah miliknya…Mampukah aku menjadi wanita solehah?Mati dalam keunggulan imanBersinar indah, harum tersebarBagai wanginya pusara Masyitah....

BINGKISAN UNTUK ADAM....






Adam..... Maafkan aku jika coretan ini memanaskan hatimu. Sesungguhnya aku adalah Hawa, temanmu yang kau pinta semasa kesunyian di syurga dahulu. Aku asalnya dari tulang rusukmu yang bengkok. Jadi tidak hairanlah jika perjalanan hidupku sentiasa inginkan bimbingan darimu, sentiasa mau terpesong dari landasan, kerana aku buruan syaitan. Adam... Maha suci Allah yang mentakdirkan kaumku lebih ramai bilangannya dari kaummu dia akhir zaman, itulah sebenarnya ketelitian Allah dalam urusanNya Jika bilangan kaummu mengatasai kaumku nescaya merahlah dunia kerana darah manusia, kacau-bilaulah suasana, Adam sama Adam bermusuhan kerana Hawa. Buktinya cukup nyata dari peristiwa Habil dan Qabil sehinggalah pada zaman cucu-cicitnya. Pun jika begitu maka tidak selaraslah undang-undang Allah yang mengharuskan Adam beristeri lebih dari satu tapi tidak lebih dari empat pada satu waktu. Adam... Bukan kerana ramainya isterimu yang membimbangkan aku. Bukan kerana sedikitnya bilanganmu yang merunsingkan aku. Tapi... aku risau, gundah dan gulana menyaksikan tingkahmu. Aku sejak dulu lagi sudah tahu bahawa aku mesti tunduk ketika menjadi isterimu. Namun... terasa berat pula untukku meyatakan isi perkara. Adam... Aku tahu bahawa dalam Al-Quran ada ayat yang menyatakan kaum lelaki adalah menguasai terhadap kaum wanita. Kau diberi amanah untuk mendidik aku, kau diberi tanggungjawab untuk menjaga aku, memerhati dan mengawasi aku agar sentiasa didalam redha Tuhanku dan Tuhanmu. Tapi Adam, nyata dan rata-rata apa yang sudah terjadi pada kaumku kini, aku dan kaumku telah ramai menderhakaimu. Ramai yang telah menyimpang dari jalan yang ditetapkan Asalnya Allah mengkehendaki aku tinggal tetap dirumah. Di jalan-jalan, di pasar-pasar, di bandar-bandar bukan tempatku. Jika terpaksa aku keluar dari rumah seluruh tubuhku mesti ditutup dari hujung kaki sampai hujung rambut. Tapi.. realitinya kini, Hawa telah lebih dari sepatutnya. Adam... Mengapa kau biarkan aku begini? Aku jadi ibu, aku jadi guru, itu sudah tentu katamu. Aku ibu dan guru kepada anak-anakmu. Tapi sekarang diwaktu yang sama, aku ke muka menguruskan hal negara, aku ke hutan memikul senjata. Padahal, kau duduk saja. Ada diantara kau yang menganggur tiada kerja. Kau perhatikan saja aku panjat tangga di pejabat bomba, kainku tinggi menyingsing peha mengamankan negara. Apakah kau sekarang tidak lagi seperti dulu? Apakah sudah hilang kasih sucimu terhadapku? Adam... Marahkah kau jika kukatakan andainya Hawa terpesong, maka Adam yang patut tanggung! Kenapa? Mengapa begitu ADAM? Ya! Ramai orang berkata jika anak jahat emak-bapak tak pandai didik, jika murid b*d*h, guru yang tidak pandai mengajar! Adam kau selalu berkata, Hawa memang degil, tak mahu dengar kata, tak mudah makan nasihat, kepala batu, pada hematku yang dhaif ini Adam, seharusnya kau tanya dirimu, apakah didikanmu terhadapku sama seperti didikan Nabi Muhammad SAW terhadap isteri-isterinya? Adakah Adam melayani Hawa sama seperti psikologi Muhammad terhadap mereka? Adakah akhlak Adam-Adam boleh dijadikan contoh terhadap kaum Hawa? Adam... Kau sebenarnya imam dan aku adalah makmummu, aku adalah pengikut-pengikutmu kerana kau adalah ketua. Jika kau benar, maka benarlah aku. Jika kau lalai, lalailah aku. Kau punya kelebihan akal manakala aku kelebihan nafsu. Akalmu sembilan, nafsumu satu. Aku...akalku satu nafsuku beribu! Dari itu Adam....pimpinlah tanganku, kerana aku sering lupa, lalai dan alpa, sering aku tergelincir ditolak sorong oleh nafsu dan kuncu-kuncunya. Bimbinglah daku untuk menyelami kalimah Allah, perdengarkanlah daku kalimah syahdu dari Tuhanmu agar menerangi hidupku. Tiuplah ruh jihad ke dalam dadaku agar aku menjadi mujahidah kekasih Allah. Adam... Andainya kau masih lalai dan alpa dengan karenahmu sendiri, masih segan mengikut langkah para sahabat, masih gentar mencegah mungkar, maka kita tunggu dan lihatlah, dunia ini akan hancur bila kaumku yang akan memerintah. Malulah engkau Adam, malulah engkau pada dirimu sendiri dan pada Tuhanmu yang engkau agungkan itu.

Kisah seorang isteri solehah......




Siti Muthi'ah
"FATIMAH anakku, maukah engkau menjadi seorang perempuan yang baik budi dan istri yang dicintai suami?" tanya sang ayah yang tak lain adalah Nabi SAW. "Tentu saja, wahai ayahku"
"Tidak jauh dari rumah ini berdiam seorang perempuan yang sangat baik budi pekertinya. Namanya Siti Muthi'ah. Temuilah dia, teladani budi pekertinya yang baik itu".
Gerangan amal apakah yang dilakukan Siti Muthi'ah sehingga Rasulpun memujinya sebagai perempuan teladan? Maka bergegaslah Fatimah menuju rumah Muthi'ah dengan mengajak serta Hasan, putra Fatimah yang masih kecil itu.
Begitu gembira Muthi'ah mengetahui tamunya adalah putri Nabi besar itu. "Sungguh, bahagia sekali aku menyambut kedatanganmu ini, Fatimah. Namun maafkanlah aku sahabatku, suamiku telah beramanat, aku tidak boleh menerima tamu lelaki dirumah ini."
"Ini Hasan putraku sendiri, ia kan masih anak-anak." kata Fatimah sambil tersenyum.
"Namun sekali lagi maafkanlah aku, aku tak ingin mengecewakan suamiku, Fatimah."
Fatimah mulai merasakan keutamaan Siti Muthi'ah। Ia semakin kagum dan berhasrat menyelami lebih dalam akhlak wanita ini. Lalu diantarlah Hasan pulang dan bergegaslah Fatimah kembali ke Muthi'ah.


"Aku jadi berdebar-debar," sambut Siti Muthi'ah, gerangan apakah yang membuatmu begitu ingin kerumahku, wahai puteri Nabi?"
"Memang benarlah, Muthi'ah. Ada berita gembira buatmu dan ayahku sendirilah yang menyuruhku kesini. Ayahku mengatakan bahwa engkau adalah wanita berbudi sangat baik, karena itulah aku kesini untuk meneladanimu, Wahai Muthi'ah."
Muthi'ah gembira mendengar ucapan Fatimah, namun Muthi'ah masih ragu. "Engkau bercanda sahabatku? aku ini wanita biasa yang tidak punya keistimewaan apapun seperti yang engkau lihat sendiri."
"Aku tidak berbohong wahai Muthi'ah, karenanya ceritakan kepadaku agar aku bisa meneladaninya." Siti Muthi'ah terdiam, hening. Lalu tanpa sengaja Fatimah melihat sehelai kain kecil, kipas dan sebilah rotan di ruangan kecil itu.
"Buat apa ketiga benda ini Muthi'ah" Siti Muthi'ah tersenyam malu. Namun setelah didesak iapun bercerita. "Engkau tahu Fatimah, suamiku seorang pekerja keras memeras keringat dari hari ke hari. Aku sangat sayang dan hormat kepadanya. Begitu kulihat ia pulang kerja, cepat-cepat kusambut kedatangannya. Kubuka bajunya, kulap tubuhnya dengan kain kecil ini hingga kering keringatnya. Iapun berbaring ditempat tidur melepas lelah, lalu aku kipasi beliau hingga lelahnya hilang atau tertidur pulas"
"Sungguh luar biasa pekertimu, Muthi'ah. Lalu untuk apa rotan ini?"
Kemudian aku berpakaian semenarik mungkin untuknya. Setelah ia bangun dan mandi, kusiapkan pula makan dan minum untuknya. Setelah semua selesai, aku berkata kepadanya: "Oh, kakanda. Bilamana pelayananku sebagai istri dan masakanku tidak berkenan dihatimu, aku ikhlas menerima hukuman. Pukullah badanku dengan rotan ini dan sebutlah kesalahanku agar tidak kuulangi"
"Seringkah engkau dipukul olehnya, wahai Muthi'ah?" tanya Fatimah berdebar-debar.
"Tidak pernah, Fatimah. Bukan rotan yang diambilnya, justru akulah yang ditarik dan didekapnya penuh kemesraan. Itulah kebahagiaan kami sehari-hari".
"Jika demikian, sungguh luar biasa, wahai Muthi'ah. Sungguh luar biasa! Benarlah kata ayahku, engkau perempuan berbudi baik." kata Fatimah terkagum-kagum.
Sekian, Wallahu a'lam..........

Do'a Dikala ragu akan dirinya

Ya Allah... Seandainya telah Engkau catatkan dia akan mejadi teman menapaki hidup Satukanlah hatinya dengan hatiku Titipkanlah kebahagiaan diantara kami Agar kemesraan itu abadi Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi Seiringkanlah kami melayari hidup ini Ke tepian yang sejahtera dan abadi Tetapi ya Allah... Seandainya telah Engkau takdirkan... ...Dia bukan milikku Bawalah ia jauh dari pandanganku Luputkanlah ia dari ingatanku Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku Dan peliharalah aku dari kekecewaan Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti... Berikanlah aku kekuatan Melontar bayangannya jauh ke dada langit Hilang bersama senja nan merah Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya Dan ya Allah yang tercinta... Gantikanlah yang telah hilang Tumbuhkanlah kembali yang telah patah Walaupun tidak sama dengan dirinya.... Ya Allah ya Tuhanku... Pasrahkanlah aku dengan takdirMu Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan Adalah yang terbaik buatku Karena Engkau Maha Mengetahui Segala yang terbaik buat hambaMu ini Ya Allah... Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku Di dunia dan di akhirat Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini Jangan Engkau biarkan aku sendirian Di dunia ini maupun di akhirat Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup Ke jalan yang Engkau ridhai Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh Amin... Ya Rabbal 'Alamin

Islamic Widget

Blogger Templates

MySpace Layouts