"muslimah sejati"............."aurat di awasi"................."pergaulan dipagari"............."solat pengikat diri"............."alQuran teman berarti"............."akhlak indahberseri"..........."sipat malu penyinar diri"

Ijangan sia2 kn waktumu

WANITASOLEHA

Wanita solehah itu aurat dijaga, Pergaulan dipagari, Sifat malu pengikat diri, Seindah hiasan di dunia ini. Keayuan wanita solehah itu, tidak terletak pada kecantikan wajahnya , Kemanisan wanita solehah , tidak terletak pada kemanjaannya, Daya penarik wanita solehah itu , Bukan pada kemanisan bicaranya yang menggoncang iman muslimin, Dan bukan pula terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah, mebujuk rayu , Bukan dan tidak sama sekali. Keistimewaan wanita solehah , Bukan pada barang kemas atau perihal orang lain, Tapi pada perjuangannya meningkatkan martabat agama. Nafsu mengatakan wanita cantik dengan paras rupa yang indah bak permata yang menyinari alam, Akal mengatakan wanita cantik atas kemajuan dan kekebalannya dalam ilmu serta pandai dari segala aspek , Hati menyatakan kecantikan wanita hanya pada akhlaknya, Itupun seandainya hati itu bersih untuk menilai. Wahai wanita jangan bangga dengan kecantikan luar , Kerna satu hari nanti ia akan lapuk ditelan zaman

Selasa, 14 Juli 2009

teladan yng ta terlupakan


"Aku tidak ridho istriku bekerja." Begitu seorang ikhwan berkata kepadaku suatu hari.
"Tapi dia sudah memutuskan untuk bekerja." Sahutku.
"Entahlah." Sahutnya dengan suara putus asa. Meskipun si wanita adalah temanku sendiri, aku tetap merasa heran, kenapa wanita tersebut tetap nekat bekerja di luar rumah. Padahal suaminya jelas-jelas bilang tidak ridho. Pikiranku semakin jauh ketika kutanya pada diri sendiri, apakah aku juga akan seperti dia? Meskipun keinginan terbesarku saat ini adalah menjadi ibu rumah tangga saja? Seperti wanita kampung apa adanya (tapi percaya deh aku nggak kampungan, kampungan amat Hikz...)
Kebanyakan wanita di kampung hanyalah seorang ibu rumah tangga. Pada awalnya mereka tidak faham apa yang disebut wanita karir. Namun sejalan dengan kemajuan zaman, kini merekapun mulai berfikir mengenai eksistensi wanita. Tidak sedikit wanita kampung yang mulai berubah, ingin hidup menjadi bagian dari kehidupan kota. Menjadi terlihat keberadaannya dengan berkiprah dikehidupan luaran sana. Tidak peduli apakah suami ridha atau tidak. Mencoba merayu untuk meluluhkan hati suami agar diperkenankan bekerja di luar rumahnya. Bahkan tidak sedikit yang menggunakan dalih kesamaan gender. Wanita bebas memilih jalannya. Mau bekerja atau tidak, wanita memiliki hak yang sama.
Setidaknya begitu yang terjadi dari sebagian teman yang pernah curhat kepadaku, dan yang pernah kutanya.
Fakta ini mengingatkanku pada seorang wanita yang tinggal di sebuah perkampungan yang jauh dari kehidupan kota. Di tempat yang listrikpun belum masuk ke desanya. Air masih harus menimba. Memasak masih menggunakan kayu bakar. Meniup api dengan bambu agar tetap menyala. Dan lampu-lampu penerang dinyalakan dengan minyak tanah. Sungguh melelahkan. Namun ia tiada mengeluh dengan kehidupan ini. Kehidupan yang baginya sudah sangat biasa.
Setiap pagi diawalinya dengan dengan qiyamul lail, membangunkan suaminya turut serta bersamanya. Dan begitu subuh tiba ia panggil putra-putrinya memenuhi panggilan Allah. Dan sholat berjamaahpun ditunaikan.
Bukan rembulan yang ada dalam tatapan teduhnya yang penuh kasih sayang. Juga bukan pendar cahaya bintang di sana, namun di sana ada ketulusan, ketulusan seorang wanita yang sangat biasa. Serta sebuah keikhlasan.
Sebagai istri seorang petani, dia begitu telaten dan sabar mengurus kebutuhan keluarga. Menyiapkan sarapan untuk anak-anak yang akan berangkat sekolah, dan suami yang akan mencari rizki di ladang. Kembali menyibukkan diri dengan kerjakan yang masih menumpuk ketika semua telah pergi. Membersihkan rumah, mencuci piring, mencuci pakaian, dan kembali memasak untuk kebutuhan makan siang. Sebuah pekerjaan yang cukup melelahkan.
Namun, dia tetap tersenyum! Apapun yang sedang ia lakukan ditinggalkannya ketika melihat suaminya mengayuh sepeda memasuki halaman rumah. Menyambutnya dengan selembar handuk kecil yang kemudian diusapkan ke wajah yang lelah, ke badan yang berkeringat. Menyeduhkan secangkir kopi. Dan menemaninya berbincang seraya menyuguhkan makan siang. Menimba air untuk mandi. Sungguh tersirat bangga pada tindak-tanduknya, bangga menjadi ibu rumah tangga. Dan kuyakin, di sanalah kudapati sebuah teladan. Dari wanita kampung yang selalu kukenang. Ibu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Do'a Dikala ragu akan dirinya

Ya Allah... Seandainya telah Engkau catatkan dia akan mejadi teman menapaki hidup Satukanlah hatinya dengan hatiku Titipkanlah kebahagiaan diantara kami Agar kemesraan itu abadi Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi Seiringkanlah kami melayari hidup ini Ke tepian yang sejahtera dan abadi Tetapi ya Allah... Seandainya telah Engkau takdirkan... ...Dia bukan milikku Bawalah ia jauh dari pandanganku Luputkanlah ia dari ingatanku Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku Dan peliharalah aku dari kekecewaan Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti... Berikanlah aku kekuatan Melontar bayangannya jauh ke dada langit Hilang bersama senja nan merah Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya Dan ya Allah yang tercinta... Gantikanlah yang telah hilang Tumbuhkanlah kembali yang telah patah Walaupun tidak sama dengan dirinya.... Ya Allah ya Tuhanku... Pasrahkanlah aku dengan takdirMu Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan Adalah yang terbaik buatku Karena Engkau Maha Mengetahui Segala yang terbaik buat hambaMu ini Ya Allah... Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku Di dunia dan di akhirat Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini Jangan Engkau biarkan aku sendirian Di dunia ini maupun di akhirat Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup Ke jalan yang Engkau ridhai Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh Amin... Ya Rabbal 'Alamin

Islamic Widget

Blogger Templates

MySpace Layouts