Aku tidak ingin mengingatinya. Entahlah… ada rasa takut jika mengingatnya. Tidak ingin merinduinya, tidak ingin pula kangen padanya. Karena, dia tidak halal bagiku. Meskipun kadang belum bisa. Ku tetap merindui nasihat-nasihatnya. Tausiyah-tausiyahnya. Kumerindui jawabnya atas tanyaku. Tapi kemana ia menghilang? Sebegitu sibuknyakah ia dengan kerjanya? Sehingga menghilang dalam waktu yang cukup lama? Ah ternyata ia sedang sakit. Sabtu 11 July 2009, sahabatnya menjumpaiku. Meninggalkan dua pesan. Ya, dua pesan yang kan selalu kuingat.
"Ada pesan buat Zahra."
"Ada pesan buat Zahra."
"Apa tu?"
"Ihfazillaaha yahfazhka. Jagalah Alloh pasti Alloh menjaga mu. Tau tak artinye?"
"Insya Allah, Akhy. Insya Allah tahu."
"Satu lagi."
"Ya?"
"Semua yang ada didunia ini insya Alloh kita bisa, sanggup meninggalkan dan ditinggalkan. Kecuali satu, yaitu Alloh azza wajalla."
"Iya Akhy."
"Tau kan maknanya?"
"Insya Allah, mengerti."
"Aku tak bisa lama nii Zahra."
"Baik." Dua pesan singkat dari orang yang selalu kuharap tausiyah-tausiyahnya. Aku tidak ingin lupa dengan pesan itu, maka biarlah aku mempostnya di sini.
Yaa Allah, berilah kesehatan kepada beliau. Jagalah ia dan keluarganya selalu. Keberadaannya dibutuhkan oleh ummat ini…
"Ihfazillaaha yahfazhka. Jagalah Alloh pasti Alloh menjaga mu. Tau tak artinye?"
"Insya Allah, Akhy. Insya Allah tahu."
"Satu lagi."
"Ya?"
"Semua yang ada didunia ini insya Alloh kita bisa, sanggup meninggalkan dan ditinggalkan. Kecuali satu, yaitu Alloh azza wajalla."
"Iya Akhy."
"Tau kan maknanya?"
"Insya Allah, mengerti."
"Aku tak bisa lama nii Zahra."
"Baik." Dua pesan singkat dari orang yang selalu kuharap tausiyah-tausiyahnya. Aku tidak ingin lupa dengan pesan itu, maka biarlah aku mempostnya di sini.
Yaa Allah, berilah kesehatan kepada beliau. Jagalah ia dan keluarganya selalu. Keberadaannya dibutuhkan oleh ummat ini…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar