"muslimah sejati"............."aurat di awasi"................."pergaulan dipagari"............."solat pengikat diri"............."alQuran teman berarti"............."akhlak indahberseri"..........."sipat malu penyinar diri"

Ijangan sia2 kn waktumu

WANITASOLEHA

Wanita solehah itu aurat dijaga, Pergaulan dipagari, Sifat malu pengikat diri, Seindah hiasan di dunia ini. Keayuan wanita solehah itu, tidak terletak pada kecantikan wajahnya , Kemanisan wanita solehah , tidak terletak pada kemanjaannya, Daya penarik wanita solehah itu , Bukan pada kemanisan bicaranya yang menggoncang iman muslimin, Dan bukan pula terletak pada kebijaksanaannya bermain lidah, mebujuk rayu , Bukan dan tidak sama sekali. Keistimewaan wanita solehah , Bukan pada barang kemas atau perihal orang lain, Tapi pada perjuangannya meningkatkan martabat agama. Nafsu mengatakan wanita cantik dengan paras rupa yang indah bak permata yang menyinari alam, Akal mengatakan wanita cantik atas kemajuan dan kekebalannya dalam ilmu serta pandai dari segala aspek , Hati menyatakan kecantikan wanita hanya pada akhlaknya, Itupun seandainya hati itu bersih untuk menilai. Wahai wanita jangan bangga dengan kecantikan luar , Kerna satu hari nanti ia akan lapuk ditelan zaman

Rabu, 15 Juli 2009

Dewasakan Diri Dengan Pacaran (cerpen)



"Berapa umurmu?"
"** (sensor ala tetangga dari gunung)."
"Udah kawin belum?"
"Belum."
"Lagi pacaran dong."
"Yupz. Sedang pacaran sama kamu nie (karena memang sedang chating dengan dia)"
"Pernah pacaran?"
"Nggk. (jawaban yang salah. Seharusnya jawab belum - karena berharap bisa pacaran setelah menikah)."
"Belum pernah pacaran?"
"Aku berniat pacaran setelah menikah saja."
"Walah, belum tersentuh dong :P"
"Itu hal yang tidak mungkin. Ada kala kita di kendaraan yang sempit. Tentu saja tersentuh banyak orang."
"Maksudku di sentuh sambil di nikmati gitu loh..."
"Hikz, mengerikan!"
":-? (mengeluarkan icon berfikir)."
"Kenapa?"
"Aneh deh.
Yupz! Mungkin beginilah kehidupan kita sekarang. Kita akan dianggap ANEH jika usia sudah melewati batas kanak-kanak namun tidak pacaran. Dengan dalih saling mengenal, kita sering melakukan penghalalan cara untuk melegalkan pacaran.
Sangat beda dengan orang zaman dulu. Ketika orangtua saya menikah dulu, mereka belum mengenal satu sama lain. Namun pernikahan mereka langgeng ~semoga hingga kelak di firdaus-Nya~. Bahkan, hingga saya dewasa kini, belum pernah sekalipun saya melihat mereka bertengkar. Mungkin banyak yang tidak percaya, karena dalam kehidupan rumah tangga sangat rawan terjadi perselisihan. Yupz! Sayapun yakin akan hal itu. Dan sayapun yakin, dalam rumah tangga orangtua saya pasti ada perselisihan. Namun entah bagaimana cara mereka menyelesaikannya. Yang jelas, mereka benar-benar bisa menjadi panutan buat kami , putra-putri mereka.
Ketika masih kanak-kanak, sering saya menyaksikan pertengkaran suami-istri di sekitar tempat tinggal saya. Dari sekedar perang kata-kata mempertahankan argumentasi masing-masing, hingga saling menerbangkan perkakas rumah tangga. Bahkan hingga saling memukulpun pernah saya saksikan. Tapi Alhamdulillah, hal semacam ini belum pernah sekalipun saya saksikan pada orangtua kami. Dan semua itu bermula dari pernikahan yang tanpa pacaran.
"Masak sih kamu belum pernah pacaran, Q?" seorang teman wanita saya pernah bertanya.
"Yupz!" saya menyahut dengan sangat yakin. Mantap.
"Pantes aja kamu tetap kekanak-kanakan gitu." Guuuuubrag!!!
Masak sih, saya kekanak-kanakan karena belum pernah pacaran? Apakah untuk mendewasakan diri kita harus melalui tahap pacaran dulu? Saya tidak merasa yakin akan hal itu (udah dari sononya begini kali…)
Saya jadi ingin bertanya, di mana letak keanehan seseorang yang tidak pacaran sebelum menikah? Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah dengan tegas berfirman dalam surat Al-Israa’ : 32
Dan janganlah kamu mendekti zina; sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Ayat itu menyatakan larangannya mendekati zina. Hanya mendekati saja dilarang, apalagi sampai melakukannya.
Lha kitakan cuma menjalani tahap pengenalan saja? Nggak sampai berzina?
Yakin?
Pacar; menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih; kekasih.
Berpacaran, bercintaan; berkasih-kasihan.
Apakah mungkin seseorang yang berpacaran, bercintaan, berkasih-kasihan, tidak melakukan zina? Dari cerita yang dapat saya himpun, dalam berpacaran, minimal kita akan saling menatap, atau menyentuh tangan. Apakah ini bukan zina? Jelas dia bukan muhrim kita. Kita belum halal menyentuhnya. Dengan demikian, satu titik zina telah kita lakukan di sini. Zina mata! Itu yang paling beruntung bagi kita jika selamat dari penyesatan syetan. Kalau kita tidak tahan dengan godaan, kita akan melakukan lebih dari itu. Naudzibullah mindzaalik.
Kita semua tahu, resiko dari pacaran. Karena itulah, kehati-hatian sangat diperlukan dalam hal ini. Semoga kita terhindar dari perbuatan yang tidak di ridhoi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jadi, jika saya memutuskan untuk tidak pacaran sebelum menikah, bukan berarti saya manusia aneh yang tidak normal. Insya Allah saya normal, senormal-normalnya. Seperti juga Anda. Hanya saja, saya menginginkan keredhaan-Nya. Melalui jalan yang selamat.
Wallahu’alam bisshowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Do'a Dikala ragu akan dirinya

Ya Allah... Seandainya telah Engkau catatkan dia akan mejadi teman menapaki hidup Satukanlah hatinya dengan hatiku Titipkanlah kebahagiaan diantara kami Agar kemesraan itu abadi Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi Seiringkanlah kami melayari hidup ini Ke tepian yang sejahtera dan abadi Tetapi ya Allah... Seandainya telah Engkau takdirkan... ...Dia bukan milikku Bawalah ia jauh dari pandanganku Luputkanlah ia dari ingatanku Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku Dan peliharalah aku dari kekecewaan Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti... Berikanlah aku kekuatan Melontar bayangannya jauh ke dada langit Hilang bersama senja nan merah Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya Dan ya Allah yang tercinta... Gantikanlah yang telah hilang Tumbuhkanlah kembali yang telah patah Walaupun tidak sama dengan dirinya.... Ya Allah ya Tuhanku... Pasrahkanlah aku dengan takdirMu Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan Adalah yang terbaik buatku Karena Engkau Maha Mengetahui Segala yang terbaik buat hambaMu ini Ya Allah... Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku Di dunia dan di akhirat Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini Jangan Engkau biarkan aku sendirian Di dunia ini maupun di akhirat Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup Ke jalan yang Engkau ridhai Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh Amin... Ya Rabbal 'Alamin

Islamic Widget

Blogger Templates

MySpace Layouts