Tulisan ini tadinya mau saya post di Tagged, tapi ternyata di sana tidak muat. Terpaksa deh dilarikan ke Bloks. Hikz... Ternyata jatah di Tagged hanya sedikit charakter saja.
CAM. Kata yang terdiri dari tiga huruf ini tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi Anda yang sering chating. Sebuah video yang menampilkan wajah kita dilayar monitor.
Entah mengapa, bagi sebagian orang, benda satu itu sangat penting untuk dimunculkan ketika sedang chat dengan lawannya.
"Ya kan biar kita tahu seperti apa orang yang chat dengan kita."
"Masa sih kita tidak tahu orang yang sedang berbincang dengan kita?"
"Tidak puas, kalau tidak melihat wajahnya."
"Kalau menurutku kalau pake cam lebih afdol gitu."
"Mbak katanya nihh, klo lagi ngomong ma orang, klo nggak liat lawan bicara kurang sopan..."
Begitu alasan mereka ketika saya tanya mengapa harus ada cam, webcam.
Sedangkan bagi saya sendiri, penggunaan webcam terlalu merepotkan.
Namun bukan itu alasan utama mengapa saya selalu menolak jika ada yang meminta cam, webcam. Tetapi lebih pada menjaga.
Muncul pertanyaan, "Apanya yang perlu dijaga? Kita tidak ngapa-ngapain kok.
Hanya melihat saja."
Oh ya? Yakin? Dari pengalaman yang pernah terjadi pada saya, ketika masih suka menuruti permintaan view cam, terjadi komentar-komentar yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh sosok yang memang telah disyahkan untuk mengomentari tubuh kita.
Yang telah dibenarkan menatap wajah kita.
Dengan demikian, satu kesimpulan di sana. Memview cam wanita yang bukan mahromnya menyebabkan timbulnya fitnah.
Menyebabkan maksiat mata.
Bahkan menimbulkan PIKTOR! Bagi laki-laki (tidak semua, MUNGKIN).
Tentu saya tidak bisa menyalahkan yang berkomentar, karena kunci dari semua itu ada pada wanitanya. Jika kita (wanita) tidak mau menimbulkan fitnah seperti yang saya sebutkan diatas, tentu kita tidak akan membiarkan cam kita diview oleh ikhwan yang tidak halal bagi kita.
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". [QS: An-Nur: 30]
INTInya, Man Teman, jika saya tidak memberikan permintaan antum untuk memview cam saya, itu bukan karena saya sombong atau keterlaluan.
Tapi, itu demi kabaikan bersama.
Itu tandanya, saya menyayangi antum. Walau sebenarnya saya bukan tidak membuka cam lagi, kadang saya masih melakukannya, tapi hanya untuk teman wanita saya (tidak sembarang teman juga sih), dan juga keluarga.
"Mas boleh kenal? Secakep apa sih orangnya? Cam dong." Dan cam diapun meluncur dengan mulusnya, wajah-wajah cantik dengan rambut bermacam-macam (jahat ya ayu?). Senangnya, mereka tidak marah biarpun ayu bilang ga da cam
"
Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tembus 20 Ribu
-
*Liputan6.com, Bekasi -* Jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif
Covid-19 di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini tembus di atas 20.000
kasus.
Be...
5 tahun yang lalu
Alhamdulillah Ayu sdh bisa menempatkan sesuatu tepat pada tempatnya, karena apa..
BalasHapusمن وضع شيئ في غير محا له فهو خيا نة.
Barang siapa yg menempatkan sesuatu bkn pd tempatnya maka Dia telah berbuat khianat...
terima kasih ini semua atas bimbingan ayah purwa
BalasHapus